OJK Dorong Inklusi Keuangan Syariah, Program GERAK Syariah Himpun Rp6,83 T

- OJK memperkuat pengembangan ekonomi dan keuangan syariah melalui program GERAK Syariah 2026 untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang inklusif dan berkelanjutan.
- Sepanjang pelaksanaan GERAK Syariah 2026, tercatat lebih dari delapan juta peserta edukasi dengan peningkatan signifikan pada kegiatan literasi, inklusi, serta penghimpunan dan penyaluran dana mencapai triliunan rupiah.
- OJK menegaskan sinergi antar pemangku kepentingan menjadi kunci dalam memperluas literasi dan inklusi keuangan syariah, seiring total aset keuangan syariah nasional yang mencapai Rp3.131 triliun hingga akhir 2025.
Jakarta, FORTUNE - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus berupaya memperluas pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia.
Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi mengatakan mengatakan bahwa pertumbuhan sektor jasa keuangan syariah yang stabil menunjukkan keuangan syariah memiliki potensi besar untuk menduduki posisi strategis dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional yang inklusif dan berkelanjutan.
"Indonesia memiliki potensi luar biasa. Dengan populasi muslim salah satu terbesar di dunia, kita berhasil memimpin sektor halal dan berada di peringkat. Dari aspek keuangan syariah, Indonesia berada di peringkat enam," katanya dalam acara Penutupan GERAK Syariah, Kamis (2/4).
Dalam mendukung ekonomi syariah, OJK bekerja sama dengan berbagai pemangku kepentingan melalui sejumlah program yang dijalankan.
Salah satunya melalui penyelenggaraan Gebyar Ramadan Keuangan Syariah (GERAK Syariah) 2026. Sepanjang pelaksanaannya, tercatat 1.283 kegiatan literasi, 459 kegiatan inklusi, serta 890 kegiatan sosial. Jumlah peserta edukasi mencapai 8.350.391 orang, meningkat 31 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Dari sisi kinerja, penghimpunan dana dalam program ini mencapai Rp6,83 triliun, sementara penyaluran dana sebesar Rp6,86 triliun, keduanya meningkat dibandingkan pelaksanaan tahun lalu. Sementara itu, jumlah penerima manfaat mencapai 266.421 orang dengan total dana tersalurkan Rp86,2 miliar, naik dari 158.203 penerima dan Rp30,75 miliar pada tahun sebelumnya.
Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen OJK Dicky Kartikoyono menilai sinergi antar pemangku kepentingan menjadi faktor kunci dalam mendorong peningkatan literasi dan inklusi keuangan syariah.
"Dengan bergerak bersama, upaya peningkatan literasi dan inklusi keuangan syariah dapat tumbuh lebih pesat, menjangkau masyarakat yang lebih luas, serta berkontribusi pada pembangunan ekonomi nasional yang inklusif dan berkelanjutan," kata Dicky.
Menurutnya, capaian GERAK Syariah 2026 juga menunjukkan bahwa kesadaran masyarakat terhadap keuangan syariah terus meningkat dan menjadi fondasi penting bagi pertumbuhan ekonomi syariah nasional.
Menurut catatan OJK, total aset keuangan syariah hingga akhir 2025 mencapai Rp3.131 triliun. Dari jumlah tersebut, aset perbankan syariah mencapai Rp1.067 triliun, pasar modal syariah Rp1.875 triliun, dan sisanya Rp188,03 triliun berasal dari sektor keuangan syariah nonbank.

















