Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Perkuat Layanan Pasar Modal, Bank DBS Indonesia Akuisisi Mayoritas Saham DBSVI
Bank DBS Indonesia Akuisisi 99% Saham DBSV, Bentuk Konglomerasi di Indonesia/Dok DBS Indonesia
  • Bank DBS Indonesia mengakuisisi 99% saham PT DBS Vickers Sekuritas Indonesia dan membentuk konglomerasi keuangan DBS di Indonesia, dengan bank sebagai induk operasional.
  • Aksi penyertaan modal ini merupakan tahapan pembentukan PIKK sesuai POJK No. 30/2024, untuk memperluas kapabilitas serta layanan pasar modal dan investasi terintegrasi.
  • Hingga semester I-2026, Bank DBS Indonesia mencatat laba bersih Rp945,70 miliar, naik 18,56%, sementara total aset meningkat 15,68% menjadi Rp162,34 triliun.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Tahun 2024

POJK No. 30/2024 tentang Konglomerasi Keuangan dan Perusahaan Induk Konglomerasi Keuangan menjadi ketentuan yang sejalan dengan tahapan pembentukan PIKK.

semester I-2026

Bank DBS Indonesia mencatat laba bersih Rp945,70 miliar, naik 18,56 persen secara tahunan.

Juni 2026

Total aset DBS Indonesia naik 15,68 persen secara tahunan menjadi Rp162,34 triliun hingga Juni 2026.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Bank DBS Indonesia mengakuisisi 99 persen saham PT DBS Vickers Sekuritas Indonesia dan mengumumkan pembentukan konglomerasi keuangan DBS di Indonesia.
  • Who?
    PT Bank DBS Indonesia, PT DBS Vickers Sekuritas Indonesia, DBS Vickers Securities Holdings Pte Ltd, dan Lim Chu Chong terlibat dalam transaksi serta pengumuman ini.
  • Where?
    Konglomerasi keuangan DBS dibentuk di Indonesia. Keterangan resmi Lim dikutip di Jakarta.
  • When?
    Lim menyampaikan keterangan resmi yang dikutip di Jakarta pada Rabu (2/9).
  • Why?
    Penyertaan modal DBSI ke DBSVI merupakan bagian dari tahapan pembentukan PIKK yang sejalan dengan POJK No. 30/2024.
  • How?
    DBSI memiliki 99 persen saham DBSVI melalui transaksi tersebut, sedangkan 1 persen saham lainnya dimiliki DBS Vickers Securities Holdings Pte Ltd.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Bank DBS Indonesia membeli 99 persen saham DBSVI. DBSVI lalu menjadi bagian dari kelompok keuangan DBS. Pak Lim Chu Chong bilang dukungan Grup DBS bisa membuat kemampuan dan kualitas layanan lebih baik. Bank DBS menjadi induk kelompoknya. Sisa 1 persen saham DBSVI dimiliki DBS Vickers Securities Holdings Pte Ltd.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Pembentukan konglomerasi keuangan DBS membuka ruang bagi penyatuan kapabilitas Bank DBS dan DBSVI dalam satu struktur. Menurut Lim Chu Chong, dukungan Grup DBS dapat memperluas kapabilitas serta meningkatkan kualitas layanan. Struktur ini juga mencakup layanan perbankan, treasury, pasar modal, dan investasi yang lebih terintegrasi di Indonesia.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, FORTUNE – PT Bank DBS Indonesia menguasai 99 persen saham PT DBS Vickers Sekuritas Indonesia (DBSVI) sekaligus mengumumkan pembentukan konglomerasi keuangan DBS di Indonesia. Dalam struktur baru ini, Bank DBS Indonesia bertindak sebagai Perusahaan Induk Konglomerasi Keuangan (PIKK) Operasional, sementara DBSVI menjadi anggota konglomerasi.

Sisa 1 persen saham DBSVI tetap dimiliki oleh DBS Vickers Securities Holdings Pte Ltd.

Presiden Direktur Bank DBS Indonesia, Lim Chu Chong, menjelaskan aksi korporasi penyertaan modal ke DBSVI merupakan bagian dari tahapan pembentukan PIKK yang sejalan dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) No. 30 Tahun 2024 (POJK No. 30/2024).

“Dukungan yang semakin kuat dari Grup DBS memungkinkan kami untuk memperluas kapabilitas, meningkatkan kualitas layanan, serta semakin berperan dalam mendukung perkembangan pasar modal Indonesia,” kata Lim di Jakarta, Rabu (2/9).

Sebagai bagian dari grup finansial terkemuka di Asia, langkah ini ditujukan menghadirkan solusi keuangan yang lebih terintegrasi bagi nasabah korporasi, institusi, maupun individu. Kehadiran DBSVI memperkuat portofolio grup dalam menyediakan layanan perbankan, treasury, pasar modal, hingga investasi.

Pembentukan konglomerasi ini didorong oleh kinerja keuangan Bank DBS Indonesia yang membukukan pertumbuhan positif hingga semester I-2026. Bank membukukan laba bersih Rp945,70 miliar, naik 18,56 persen (year-on-year/YoY) dibandingkan dengan periode sama pada tahun sebelumnya yang senilai Rp797,65 miliar.

Capaian laba bersih tersebut ditopang oleh kenaikan pendapatan bunga bersih 1,69 persen (YoY) menjadi Rp3,02 triliun. Seiring perolehan tersebut, total aset Bank DBS Indonesia melesat 15,68 persen (YoY) hingga menyentuh Rp162,34 triliun per Juni 2026.

Editorial Team

Related Article