Jakarta, FORTUNE – PT Bank DBS Indonesia menguasai 99 persen saham PT DBS Vickers Sekuritas Indonesia (DBSVI) sekaligus mengumumkan pembentukan konglomerasi keuangan DBS di Indonesia. Dalam struktur baru ini, Bank DBS Indonesia bertindak sebagai Perusahaan Induk Konglomerasi Keuangan (PIKK) Operasional, sementara DBSVI menjadi anggota konglomerasi.
Sisa 1 persen saham DBSVI tetap dimiliki oleh DBS Vickers Securities Holdings Pte Ltd.
Presiden Direktur Bank DBS Indonesia, Lim Chu Chong, menjelaskan aksi korporasi penyertaan modal ke DBSVI merupakan bagian dari tahapan pembentukan PIKK yang sejalan dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) No. 30 Tahun 2024 (POJK No. 30/2024).
“Dukungan yang semakin kuat dari Grup DBS memungkinkan kami untuk memperluas kapabilitas, meningkatkan kualitas layanan, serta semakin berperan dalam mendukung perkembangan pasar modal Indonesia,” kata Lim di Jakarta, Rabu (2/9).
Sebagai bagian dari grup finansial terkemuka di Asia, langkah ini ditujukan menghadirkan solusi keuangan yang lebih terintegrasi bagi nasabah korporasi, institusi, maupun individu. Kehadiran DBSVI memperkuat portofolio grup dalam menyediakan layanan perbankan, treasury, pasar modal, hingga investasi.
Pembentukan konglomerasi ini didorong oleh kinerja keuangan Bank DBS Indonesia yang membukukan pertumbuhan positif hingga semester I-2026. Bank membukukan laba bersih Rp945,70 miliar, naik 18,56 persen (year-on-year/YoY) dibandingkan dengan periode sama pada tahun sebelumnya yang senilai Rp797,65 miliar.
Capaian laba bersih tersebut ditopang oleh kenaikan pendapatan bunga bersih 1,69 persen (YoY) menjadi Rp3,02 triliun. Seiring perolehan tersebut, total aset Bank DBS Indonesia melesat 15,68 persen (YoY) hingga menyentuh Rp162,34 triliun per Juni 2026.
