Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Riset Igloo: Mayoritas Wisatawan Indonesia Beli Asuransi Perjalanan Last Minute
ilustrasi suasana di bandara (pexels.com/AirTeo | Air Travel)
  • Data Igloo 2025 menunjukkan 30 persen asuransi perjalanan dibeli pada hari keberangkatan dan 67 persen dalam seminggu sebelumnya; pembelian domestik rata-rata H-1, internasional H-6.

  • Jepang menyumbang 26 persen polis internasional, sedangkan Malang memimpin rute domestik dengan 31 persen. Premi Eropa tertinggi, US$50 per polis, dipengaruhi durasi perjalanan lebih panjang.

  • Perlindungan medis dipilih 92 persen pelanggan, diikuti kecelakaan fatal, keterlambatan, dan kehilangan barang. Penetrasi asuransi perjalanan Indonesia masih rendah akibat hambatan panduan produk dan akses layanan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
sepanjang 2025

Igloo mengolah data platform direct-to-consumer miliknya di Indonesia. Riset mencatat pola pembelian polis asuransi perjalanan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Riset Igloo mencatat pola pembelian polis asuransi perjalanan oleh pelanggan di Indonesia.
  • Who?
    Igloo, pelanggan asuransi perjalanan, serta Raunak Mehta sebagai Co-Founder dan CEO Igloo.
  • Where?
    Indonesia, dengan data perjalanan domestik dan internasional yang diolah Igloo.
  • When?
    Data diolah sepanjang 2025. Keterangan Raunak Mehta dikutip di Jakarta pada Jumat (28/8).
  • Why?
    Pembelian di saat terakhir menunjukkan perlindungan perjalanan belum menjadi bagian dari perencanaan perjalanan; terdapat hambatan struktural dan pengalaman pengguna.
  • How?
    Igloo mengolah data platform direct-to-consumer miliknya di Indonesia untuk memetakan pembelian polis, destinasi, premi, durasi, dan perlindungan yang dipilih.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Orang-orang di Indonesia membeli asuransi untuk pergi jalan-jalan. Banyak yang membelinya saat mau berangkat. Igloo melihat data tahun 2025. Jepang dan Malang banyak dipilih. Banyak pelanggan memilih perlindungan medis. Igloo bilang asuransi perjalanan di Indonesia masih belum banyak dipakai oleh banyak orang sampai sekarang juga.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Data Igloo memperlihatkan perhatian pelanggan pada perlindungan medis sebagai pertimbangan utama dalam memilih asuransi perjalanan. Temuan mengenai waktu pembelian, durasi perjalanan, destinasi, dan jenis perlindungan juga memberi gambaran kebutuhan pelanggan. Igloo menilai customer journey yang singkat dan dapat diselesaikan melalui perangkat mobile dapat mendukung proses tersebut.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, FORTUNE — Mayoritas masyarakat Indonesia masih cenderung membeli produk asuransi perjalanan sesaat sebelum keberangkatan (last minute), dengan 30 persen transaksi terjadi pada hari H dan 67 persen dalam rentang satu minggu sebelum bepergian. Temuan tersebut diungkapkan oleh perusahaan insurtech Asia Tenggara, Igloo, berdasarkan hasil olah data platform direct-to-consumer miliknya di Indonesia sepanjang 2025.

Riset Igloo mencatat adanya perbedaan pola antara segmen perjalanan. Wisatawan domestik rata-rata membeli polis asuransi satu hari sebelum keberangkatan. Sementara itu, wisatawan internasional cenderung membelinya rata-rata enam hari sebelum berangkat.

Co-Founder dan CEO Igloo, Raunak Mehta, menilai perilaku ini mengindikasikan proteksi belum menjadi prioritas awal dalam perencanaan perjalanan masyarakat.

"Hal ini menunjukkan bahwa customer journey harus cukup singkat untuk dipahami dan dapat diselesaikan melalui perangkat mobile hanya dalam beberapa menit,” ujar Raunak dalam keterangan resmi, Jumat (28/8).

Dari sisi pemetaan lokasi, Jepang mendominasi destinasi internasional terpopuler dengan porsi 26 persen dari total polis internasional dan rata-rata premi US$32. China dan Malaysia menyusul pada posisi berikutnya dengan masing-masing 11 persen, diikuti Singapura (10 persen) dan Thailand (9 persen).

Untuk rute domestik, Malang tampil sebagai destinasi terpopuler yang menyumbang 31 persen dari total polis, disusul Bandung dan Denpasar yang masing-masing mencatatkan porsi 15 persen.

Igloo juga mengidentifikasi perjalanan jarak jauh mencatatkan nilai premi paling tinggi. Asuransi ke Eropa memimpin dengan rata-rata premi US$50 per polis, diikuti wilayah Australia dan Pasifik sebesar US$44. Perbedaan nilai premi ini dipengaruhi terutama oleh faktor durasi, saat perjalanan internasional berlangsung rata-rata delapan hari, dibandingkan perjalanan domestik yang rata-rata tiga hari.

Terkait jenis pertanggungan, perlindungan medis menjadi prioritas utama bagi 92 persen pelanggan di berbagai destinasi. Pilihan proteksi lain yang dinilai penting mencakup perlindungan kecelakaan fatal (62 persen), keterlambatan perjalanan (61 persen), kehilangan barang pribadi (60 persen), dan keterlambatan bagasi (54 persen).

Kendati kesadaran masyarakat pascapandemi terus tumbuh, Igloo menilai penetrasi asuransi perjalanan di Indonesia masih tergolong rendah dibandingkan dengan negara lain. Kondisi ini dipengaruhi oleh sejumlah hambatan struktural dan user experience, seperti minimnya panduan bagi pengguna dalam memilih produk dari berbagai penyedia, hingga keterbatasan akses di luar jam operasional.

Editorial Team

Related Article