Jakarta, FORTUNE - PT CIMB Niaga Auto Finance (CNAF) membagikan dividen tunai senilai Rp129 miliar atau setara 40 persen dari laba bersih yang dibukukan pada 2025.
Presiden Direktur CIMB Niaga Finance, Ristiawan menyapaikan bahwa tahun lalu merupakan periode yang penuh tantangan. Namun perseroan mampu menjaga kinerja yang adaptif, resilien dan kompetitif, hingga bisa menyetujui pembagian dividen tersebut.
CNAF membukukan laba bersih sebesar Rp322,75 miliar. Sementara pendapatan tercatat sebesar Rp2,23 triliun, meningkat 9,31 persen dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp2,04 triliun.
Pertumbuhan ini didorong oleh kenaikan total Aset sebesar 6,04 persen menjadi Rp11,46 triliun, serta total aset kelolaan yang juga tumbuh 3,93 persen menjadi Rp13,66 triliun
Selain itu, emiten anak usaha CIMB Niaga ini membukukan total penyaluran pembiayaan baru tahun 2025 sebesar Rp9,25 triliun.
"Pencapaian ini sekaligus memperkuat posisi CNAF di industri. Hal ini dibuktikan dengan meningkatnya pangsa pasar pembiayaan kendaraan bermotor menjadi 6,11 persen yang juga tercermin dari aset kelolaan Perseroan yang tumbuh 3,93 persen," katanya, Rabu (8/4).
Menurutnya, pencapaian ini juga didapat di tengah kondisi pasar yang lesu. Ia membeberkan strategi perusahaan dalam menjaga kualitas aset membuahkan hasil dengan diraihnya kenaikan peringkat dari Fitch Indonesia menjadi AAA.
Adapun, RUPST CIMB Niaga Finance menyepakati pengangkatan kembali Rini Fatma Kartika sebagai Anggota Dewan Pengawas Syariah untuk masa jabatan tiga tahun kedepan untuk periode 2026 – 2029.
Selain itu, penetapan besarnya gaji atau honorarium, dan tunjangan lain bagi Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan, serta Rencana Kerja Perseroan untuk tahun buku 2026 dan Laporan Rencana Aksi Keuangan Berkelanjutan tahun 2026.
Menatap tahun ini, CNAF optimistis kinerja akan semakin membaik walaupun terdapat tantangan makro ekonomi dan tantangan industri otomotif. Dalam rencana bisnisnya, CNAF mencanangkan beberapa strategi inisiatif meliputi peningkatan aset perseroan dengan tetap melakukan pengembangan produk dan memperluas pasar, menargetkan penyaluran pembiayaan baru senilai Rp9,6 triliun, serta meningkatkan pengalaman pelanggan melalui penerapan digital yang lebih optimal agar lebih efektif dan efisien.
"Rencana aksi keuangan berkelanjutan seperti memperbesar porsi pembiayaan kendaraan ramah lingkungan, termasuk tetap melanjutkan kegiatan-kegiatan yang mencerminkan tanggung jawab terhadap lingkungan dan masyarakat," pungkasnya.
