FINANCE

Ini Analisa Standard Chartered Bank Hadapi Tahun Politik 2024

Jual bisnis ke Danamon, Standchart fokus garap digitalisasi.

Ini Analisa Standard Chartered Bank Hadapi Tahun Politik 2024Standard Chartered. Shutterstock/MOZCO Mateusz Szymanski
19 January 2024

Jakarta,FORTUNE - Ekonomi 2024 diprediksi masih dipenuhi ketidakpastian. Bahkan, Amerika Serikat dan negara-negara besar lainnya kemungkinan akan mengalami perlambatan pertumbuhan tajam dan penurunan inflasi tahun ini.

Hal tersebut terungkap dalam laporan Global Market Outlook 2024 yang dikeluarkan oleh Wealth Management Chief Investment Office (CIO) Standard Chartered. Laporan ini disajikan pada acara World of Wealth (WOW) yang ke-20 dengan tema “Elevating Wealth and Building Legacies: Election Year” yang diselenggarakan oleh Standard Chartered Bank Indonesia. 

“Mempertimbangkan perekonomian Amerika Serikat dan negara-negara besar lainnya kemungkinan akan mengalami perlambatan  pertumbuhan serta penurunan inflasi pada 2024, CIO percaya bahwa investasi pada tahun  2024 kemungkinan besar akan diwarnai aktifitas untuk menyeimbangkan perkembangan skenario  makro dan mengidentifikasi sektor di mana risiko/imbalan kelas aset tampak menarik,” kata Parag Dhingra selaku Head of Consumer, Private, and Business Banking, Standard Chartered Indonesia melalui keterangan tertulis yang diterima Fortune Indonesia di Jakarta, Jumat (19/1).

Pemilu diprediksi berdampak terhadap dinamika ekonomi

Peserta penyadang disabilitas mengikuti simulasi pemungutan dan penghitungan suara dengan desain surat suara dan formulir yang disederhanakan untuk pemilu tahun 2024 di Halaman Kantor KPU, Jakarta, Selasa (22/3).
Peserta penyadang disabilitas mengikuti simulasi pemungutan dan penghitungan suara dengan desain surat suara dan formulir yang disederhanakan untuk pemilu tahun 2024 di Halaman Kantor KPU, Jakarta, Selasa (22/3). (ANTARAFOTO/Reno Esnir)

Dari dalam negeri, penyelenggaraan pemilu 2024 diperkirakan akan berdampak signifikan terhadap  dinamika perekonomian nasional.

Meski demikian, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI, Airlangga Hartarto yang hadir dalam acara tersebut menjelaskan, pemerintah terus memitigasi berbagai tantangan global dengan  menjaga daya beli, peningkatan investasi, dan menjaga stabilitas makro ekonomi. 

“Kinerja ekonomi dalam negeri berpeluang menjaga pertumbuhan dan ketahanan ekonomi," kata Airlangga.

Ekonomi domestik yang masih mampu tumbuh mencapai 5 persen tahun lalu, dan sekitar 5,2 persen di 2024.

Sementaraitu, tingat inflasi masih bisa dijaga  di level rendah di 2,61 persen pada Desember Desember 2023, dengam angma pengangguran yang juga turun ke level 5,32 persen. "Jumlah orang bekerja bertambah menjadi 139,85 juta di bulan Agustus 2023,” jelas Airlangga.

Dalam menyampaikan pandangan investasinya, Standard Chartered  merekomendasikan aspek Today, Tomorrow and Forever.

Aspek Today berfokus pada saat ini dan memastikan aliran  dana yang stabil dalam jangka waktu pendek dengan menyesuaikan kekayaan dan sumber  penghasilan dengan pengeluaran.

Aspek Tomorrow memperkirakan pengeluaran di masa  mendatang dan melakukan perencanaan yang baik atas kekayaan dan sumber penghasilan yang  ada dapat digunakan seumur hidup.

Sementara itu, aspek Forever berfokus kepada apa yang ingin ditinggalkan untuk orang lain. Portfolio investasi pada umumnya diinvestasikan untuk jangka  panjang termasuk bisnis.

Jual bisnis ke Danamon, Standchart fokus garap digitalisasi ritel

Menara Bank Danamon/ Dok. Istimewa

Related Topics

    © 2024 Fortune Media IP Limited. All rights reserved. Reproduction in whole or part without written permission is prohibited.