Comscore Tracker
FINANCE

Restrukturisasi Kredit BRI yang Macet Capai Rp6,8 Triliun

Restrukturisasi kredit BRI mulai melandai.

Restrukturisasi Kredit BRI yang Macet Capai Rp6,8 TriliunPaparan Kinerja BRI Q3 2021/ Dok BRI

by Suheriadi

Jakarta,FORTUNE- Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) Sunarso mengungkapkan, hingga Febuari 2022, nilai restrukturisasi kredit BRI yang tidak bisa diselamatkan mencapai Rp6,8 triliun dan berpotensi menjadi Non Performing Loan (NPL)

Hal tersebut disampaikan Sunarso dalam Rapat Kerja dengan Komisi VI DPR, Rabu (30/3). Nilai tersebut lanjut Sunarso setara 6 persen dari total restrukturisasi kredit terdampak Covid-19. "Oleh karena itu, status kredit yang direstrukturisasi itu namanya loan at risk," kata Sunarso.
 

Restrukturisasi kredit BRI mulai melandai

Sunarso juga menambahkan, hingga saat ini restrukturisasi kredit BRI mulai melandai seiring dengan pemulihan ekonomi. Tercatat total restrukturisasi BRI mencapai Rp 246 triliun yang diberikan kepada 2,9 juta debitur. 

Namun demikian, sejumlah debitur telah melunasi dan membayar sehingga pada Februari 2022 jumlah  outstanding restrukturisasi tersebut turun menjadi Rp 149,1 triliun. 

Restrukturisasi BRI yang telah sehat capai Rp21,4 triliun

Sunarso juga menyatakan, sebanyak Rp69,37 triliun restrukturisasi kredit BRI sudah bisa dibayar oleh nasabah. Tak hanya itu, sebanyak Rp21,4 triliun restrukturisasi kredit bahkan sudah lunas dan sehat. 

"Sebanyak Rp21,4 triliun sudah benar-benar sehat tanpa harus berobat jalan," kata Sunarso.

Kredit BRI masih tumbuh 7,16%

Sebagai informasi saja, hingga akhir Desember 2021, penyaluran kredit BRI (bank only) mencapai Rp943,7 triliun, meningkat 7,16 persen yoy. 

Diketahui bersama, driver utama pertumbuhan kredit BRI masih berada pada segmen mikro yang tercatat tumbuh sebesar 12,98 persen yoy. Sementara itu kredit segmen konsumer tumbuh 3,97 persen yoy, segmen kecil dan menengah tumbuh 3,55 persen dan segmen korporasi tumbuh 2,37 persen. 

Related Articles