Comscore Tracker
FINANCE

Survei HSBC Ungkap Alasan Investor Tertarik dengan Indonesia

ESG, hingga tenaga trampil jadi daya tarik investor.

Survei HSBC Ungkap Alasan Investor Tertarik dengan IndonesiaGedung HSBC. (Unsplash/Joshua Lawrence)

by Suheriadi

Jakarta, FORTUNE – Sebagai salah satu ekonomi terbesar di Asia Tenggara, Indonesia memiliki daya tarik bagi investor untuk dijadikan tujuan utama investasi.

Hasil survei bertajuk 'HSBC Navigator: SEA in Focus' 2022 pun mengungkapkan sejumlah faktor yang membuat investor berminat untuk masuk ke pasar Indonesia. Survei tersebut merangkum 1.596 responden yang merupakan pelaku usaha asal China, India, Inggris, Prancis, Jerman hingga Amerika Serikat.

Penerapan ESG, hingga tenaga trampil jadi daya tarik investor

Survei tersebut mencatat 44 persen perusahaan Cina tertarik oleh ambisi Indonesia untuk mengedepankan Lingkungan, Sosial dan Tata Kelola (ESG) dalam pengambilan keputusan bisnis.

Pada saat yang sama, faktor dukungan pemerintah untuk bisnis dan regulasi yang kondusif juga sangat menarik 44 persen responden dari perusahaan India. Dan faktor ketiga ialah tingginya jumlah pekerja terampil yang tersedia di negara menarik 30 persen perusahaan Inggris dan Amerika Serikat.

27% responden pertimbangkan untuk investasi keberlanjutan

Dengan kondisi geografis dan eksposur yang signifikan terhadap risiko kenaikan permukaan laut serta deforestasi, bisnis internasional melihat pentingnya praktik keberlanjutan untuk menjaga kelangsungan bisnis jangka panjang.

Sebanyak 27 persen perusahaan responden yang beroperasi di Indonesia mempertimbangkan untuk menginvestasikan lebih dari 10 persen laba untuk memperkuat aspek keberlanjutan.

Sementara itu, 44 persen responden juga meningkatkan efisiensi energi yang dianggap sebagai tindakan keberlanjutan yang paling penting di Indonesia. Sedangkan 43 persen responden lainnya melakukan pengurangan bahan kemasan dan limbah.

Menurut Direktur Commercial Banking PT Bank HSBC Indonesia (HSBC Indonesia) Eri Budiono, laporan tersebut sangat relevan dengan salah satu tujuan HSBC di Indonesia yaitu membuka peluang bagi Indonesia berperan di kancah dunia dan menghubungkan dunia dengan Indonesia.

“Dengan kekuatan jaringan globalnya, HSBC memiliki peran penting dalam membentuk persepsi yang lebih kuat tentang Indonesia dan potensinya. Kami senantiasa bekerja sama dengan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Indonesia untuk memperkenalkan peluang di berbagai sektor industri dan inisiatif keberlanjutan strategis di Indonesia kepada investor internasional,” kata Eri melalui keterangan resmi di Jakarta, Selasa (14/6).

Tantangan investasi di Indonesia

Namun demikian, peluang juga tidak datang tanpa tantangan. Menurut laporan tersebut, 35 persen bisnis internasional merasa perlu beradaptasi terhadap kebijakan yang berubah dengan cepat.

Bahkan sejumlah responden asal India dan China menyebut kebijakan yang berubah-ubah cukup menantang dan menimbulkan lebih banyak kekhawatiran kepada perusahaan.

Related Topics

Related Articles