Comscore Tracker
FINANCE

Tumbuh 24,8%, BCA Kantongi Laba Rp29 Triliun di Kuartal III-2022

Ditopang segmen konsumer, kredit BCA tumbuh 12,6%.

Tumbuh 24,8%, BCA Kantongi Laba Rp29 Triliun di Kuartal III-2022Direksi BCA Dalam Paparan Kinerja 2021

by Suheriadi

Jakarta, FORTUNE - PT Bank Central Asia Tbk (BCA) secara konsolidasi pada kuartal III-2022 membukukan laba bersih senilai Rp29 triliun, pencapaian tersebut tumbuh 24,8 persen secara year on year (YoY). 

Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja menjelaskan, pertumbuhan bisnis BCA terjadi di seluruh segmen sejalan dengan pemulihan yang semakin luas di berbagai sektor ekonomi. 

Pencapaian laba BCA tersebut didorong oleh  pendapatan bunga bersih atau net interest incom (NII) selama sembilan bulan pertama tahun 2022 mencapai Rp46,1 triliun atau naik 9,3 persen (YoY). Selain itu, pendapatan selain bunga juga tumbuh 7,8 persen (YoY) menjadi Rp16,7 triliun, ditopang kenaikan pendapatan fee dan komisi sebesar 15,2 persen (YoY). 

“Kami konsisten mengusung konsep hybrid banking dalam melayani basis nasabah yang terus bertumbuh, baik di ekosistem online maupun offline,"  kata Jahja melalui konfrensi video di Jakarta, Kamis (20/10). 

Semetara itu, pendapatan operasional secara total tercatat mencapai Rp62,8 triliun atau naik 8,9 persen (YoY). Sementara itu, biaya provisi tercatat turun Rp3,7 triliun dibandingkan tahun lalu. 

Ditopang segmen konsumer, kredit BCA tumbuh 12,6%

Sementara itu, pada sembilan bulan pertama 2022, bank berlogo kelopak bunga biru tersebut juga mencatat penyaluran kredit senilai Rp682 triliun atau tumbuh sebesar 12,6 persen (YoY). 

Jahja menjelaskan, pertumbuhan kredit BCA terjadi di seluruh segmen sejalan dengan pemulihan yang semakin luas di berbagai sektor ekonomi. Kredit korporasi meningkat 13,4 persen (YoY) mencapai Rp306,1 triliun di September 2022, sedangkan kredit komersial dan UKM juga naik 12,6 persen (YoY ) mencapai Rp203,5 triliun. 

Sementara itu, untuk segmen Kredit Pemilikan Rumah (KPR) juga tumbuh 10,4 persen (YoY) menjadi Rp105,0 triliun, dan KKB naik 9,2 persen (YoY) menjadi Rp43,8 triliun. 

“Sebagai bentuk optimisme dalam mendorong penyaluran kredit dan mendukung pemulihan ekonomi, kami kembali menyelenggarakan BCA Expo Hybrid 2022. Kami melihat tren pemulihan permintaan kredit konsumer berlanjut," kata Jahja. 

Sementara itu, saldo outstanding kartu kredit juga tumbuh 15,8 persen (YoY) menjadi Rp13 triliun, sehingga total portofolio kredit konsumer naik 10,4 persen (YoY) menjadi Rp165,0 triliun. 

Sehubungan dengan penyaluran kredit ke sektor-sektor berkelanjutan, portofolio kredit hijau BCA tumbuh 18,6 persen (YoY) menjadi Rp172,7 triliun per September 2022, atau berkontribusi hingga 25,1 persen terhadap total portofolio pembiayaan BCA.

DPK BCA tumbuh kuat 11%

ilustrasi Bank BCA

Di sisi pendanaan, dana giro dan tabungan (CASA) BCA juga mampu naik 15,1 persen (YoY) yang mencapai Rp830,4 triliun per September 2022. Pencapaian tersebut berkontribusi hingga 81 persen dari total dana pihak ketiga. 

Pertumbuhan CASA menjadi penopang utama bagi kenaikan total dana pihak ketiga (DPK) mencapai Rp1.026 triliun, atau tumbuh 11 persen (YoY). 

Dari sisi kualitas aset, Rasio loan at risk (LAR) turun ke 11,7 persen di sembilan bulan pertama tahun 2022, dibandingkan 17,1 persen di tahun sebelumnya. Rasio kredit bermasalah (NPL) juga terjaga sebesar 2,2 persen sementara rasio pencadangan NPL dan LAR berada pada level yang solid, masing-masing sebesar 247,9 persen dan 49,9 persen. 

Sejalan dengan capaian tersebut, total aset BCA tercatat naik 10,2 persen (YoY) menjadi Rp1.289 triliun. Solidnya pendanaan CASA sejalan dengan peningkatan aktivitas perbankan transaksi.

Related Articles