Tumbuh 28%, Citi Indonesia Catatkan Laba Rp1,4 Triliun di 2022

Jakarta, FORTUNE - Citibank, N.A., Indonesia (Citi Indonesia) membukukan laba bersih senilai Rp 1,4 Triliun pada tahun 2022. Capaian tersebut meningkat 28 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Peningkatan ini terutama ditopang oleh lebih rendahnya biaya cadangan kerugian penurunan nilai kredit di lini Institutional Banking serta peningkatan Pendapatan Bunga Bersih yang diimbangi dengan lebih besarnya beban pajak.
“Kami menunjukan kinerja keuangan yang kuat di sepanjang tahun 2022 di tengah tantangan ekonomi global karena volatilitas yang tinggi, kenaikan suku bunga, dan perubahan tren pasar,” kata CEO Citi Indonesia Batara Sianturi melalui keterangan resmi yang dikutip di Jakarta, Selasa (18/4).
Dari lini bisnis Retail Banking, Citi Indonesia juga berhasil meningkatkan transaksi investasi digitalnya di tahun 2022, dengan pertumbuhan sebesar 38 persen. Di periode yang sama, portofolio pinjaman digital meningkat sebesar 12 persen. Hal ini merupakan salah satu peran penting dalam mendukung pertumbuhan bisnis wealth management dan peningkatan inklusi digital.
Pada lini Institutional Clients Group, Citi terus menyediakan layanan dan solusi end-to-end kepada para klien perusahaan lokal, multinasional, lembaga keuangan, dan sektor publik. Di tahun 2022, jumlah kredit Institutional group Citi Indonesia mencapai Rp30,7 triliun.
Total aset Citi Indonesia capai Rp98 triliun

Total Aset Citi Indonesia pada tahun 2022 meningkat sebesar 15,4 persen secara year-on-year menjadi Rp 98 triliun, terutama ditopang oleh kenaikan dana pihak ketiga, yang tumbuh sebesar 15,6 persen. Batara menyampaikan, Citi Indonesia terus menjaga liquiditas bank dan modal yang kokoh dengan Rasio Kewajiban Penyediaan Modal Minimum (KPMM) sebesar 27,5 persen. Di sisi lain, Citi Indonesia mencatatkan gross Non-Performing Loan (NPL) sebesar 3 persen, membaik dari 3,29 persen di tahun sebelumnya.
“Kami yakin bahwa kualitas portfolio kredit kami tetap dalam kondisi baik dengan penerapan asas kehati-hatian dalam manajemen risiko untuk mengelola dampak dari pandemi. Selain itu, kami juga terus memastikan kecukupan pencadangan kerugian penurunan nilai kredit, dengan pencapaian rasio net NPL yang lebih rendah dari 0,46 persen menjadi 0,08 persen dengan periode yang sama tahun lalu,” kata Batara.
Dalam lini bisnis Kartu Kredit dan Pinjaman, Citi Indonesia telah mencapai pemulihan penjualan kartu kredit ke tingkat pra-pandemi. Interaksi digital terus menjadi fokus utama kami sejak pembaruan Citi Mobile di tahun 2020. Hal ini dibuktikan dengan peningkatan signifikan pengguna aktif bulanan yang naik 2,6 kali dari Januari 2020 hingga Desember 2022.
Ini update proses penjualan consumer banking Citi ke UOB

Mengenai proses jual beli aset dan liabilitas terkait consumer banking Citi Kepada UOB Indonesia, Batara menyampaikan, pihaknya telah menandatangani perjanjian jual dan beli aset serta liabilitas bisnis consumer banking dengan UOB. Hal ini untuk memastikan transisi yang mulus bagi pelanggan, karyawan, dan mitra.
“Proses jual beli ini ditargetkan akan selesai pada semester 2 tahun 2023. Hingga saat itu tiba, semua produk dan layanan yang ditawarkan kepada nasabah kami tetap sama. Kegiatan operasional kami, termasuk seluruh kantor cabang, call center dan karyawan akan tetap berjalan normal,” kata Batara.
Transaksi penjualan ini mencakup bisnis retail banking dan kartu kredit namun tidak termasuk bisnis institutional banking di mana Citi akan tetap berkomitmen dan fokus untuk melayani para klien institusional baik secara lokal, regional, dan global.


















