Comscore Tracker
FINANCE

Tumbuh 33%, Bank Mega Bukukan Laba Rp4 Triliun di 2021

Aset Bank Mega capai Rp132,88 triliun di 2021.

Tumbuh 33%, Bank Mega Bukukan Laba Rp4 Triliun di 2021Ilustrasi Bank Mega/Shuterstock Adansijav official

by Suheriadi

Jakarta,FORTUNE - PT Bank Mega Tbk. (Bank Mega) di sepanjang 2021 mengantongi laba bersih Rp4 triliun atau tumbuh 33 persen year-on-year (yoy). 

Berdasarkan keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), perolehan laba ditopang oleh pendapatan bunga bersih yang mampu tumbuh 24 persen (yoy) menjadi Rp4,84 triliun. 

Nilai tersebut diraih dari pendapatan bunga senilai Rp8,11 triliun. Sedangkan untuk beban bunga Bank Mega menyusut 21 persen menjadi Rp3,26 triliun. 

"Bank terus berupaya untuk meningkatkan porsi dana murah (CASA) yang pada 2021 tercatat sebesar  31,15 persen dan tahun sebelumnya sebesar 28,12 persen," tulis penjelasan Bank Mega yang dikutip di Jakarta, Jumat (4/2).

Kredit Bank Mega tumbuh 25,14%

Hingga akhir Desember 2021, Bank Mega telah menyalurkan kredit senilai Rp60,68 triliun. Kredit tersebut tumbuh 25,14 persen dari periode sebelumnya di 2020 yang hanya senilai Rp48,49 triliun. 

Pertumbuhan kuat tersebut dibarengi oleh terjaganya rasio kredit bermasalah atau non performing loan (NPL) gross ada di level 1,12 persen.

DPK Bank Mega capai Rp98,91 triliun

Dari sisi penghimpunan, bank dengan kode saham MEGA ini mencatatkan Dana Pihak Ketiga (DPK) Rp98,91 triliun sepanjang 2021. Raihan tersebut tumbuh 25 persen (yoy). 

Peningkatan tersebut utamanya dikontribusi oleh produk giro yang meningkat 92,16 persen menjadi Rp16,36 triliun. Sedangkan produk deposito dan tabungan juga  tumbuh masing-masing sebesar 19,63 persen dan 5,10 persen. 

Aset Bank Mega capai Rp132,88 triliun di 2021

Total aset Bank Mega pada akhir 2021 tercatat sebesar Rp132,88 triliun, meningkat 18,43 persen dibandingkan  dengan periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar Rp112,20 triliun. 

Sedangkan untuk total liabilitas Bank Mega per 31 Desember 2021 adalah sebesar Rp113,73 triliun, meningkat 21 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp93,99 triliun. 

Peningkatan jumlah  liabilitas tersebut terutama disebabkan simpanan dari nasabah yang meningkat cukup signifikan yaitu  sebesar Rp19,72 triliun atau 24,90 persen.

Related Articles