Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Superbank Kantongi Laba Rp182,6 M di Paruh Pertama 2026, Melonjak 790%
Konferensi pers RUPST Superbank Tahun Buku 2025
  • Superbank membukukan laba bersih Rp182,6 miliar pada semester I 2026, melonjak 790,7% secara tahunan, didorong pertumbuhan bisnis dan efisiensi operasional.
  • Penyaluran kredit tumbuh 61% menjadi Rp13,4 triliun melalui integrasi Pinjaman Atur Sendiri di Grab dan OVO; nasabah mencapai tujuh juta, dengan 60% pengguna Grab dan OVO.
  • DPK naik 89,1% menjadi Rp15,9 triliun, sementara kualitas aset membaik dengan NPL gross 1,6%; Superbank melanjutkan perluasan kolaborasi ekosistem pada paruh kedua 2026.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, FORTUNE - PT Super Bank Indonesia Tbk (SUPA) membukukan laba bersih Rp182,6 miliar sepanjang semester pertama 2026, tumbuh 790,7 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Presiden Direktur Superbank, Tigor M. Siahaan, mengatakan bahwa perusahaan menerapkan strategi berbasi ekosistem untuk mendorong pertumbuhan jumlah nasabah.

Hingga kini, Superbank tercatat memiliki tujuh juta nasabah yang dilayani dan 60 persen diantaranya merupakan pengguna Grab dan OVO.

"Hal ini menunjukkan bahwa kami berhasil membangun pertumbuhan yang cepat, sehat dan berkelanjutan. Ke depan, kami akan terus memperluas kolaborasi di dalam ekosistem untuk menghadirkan layanan keuangan digital yang semakin relevan," ujar Tigor dalam keterangan resminya, Rabu (29/7).

Bank yang disokong konsorsium raksasa Grab, Emtek, GXS Bank, dan KakaoBank itu turut memperkuat fungsi intermediasi dan penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) untuk memperlancar kinerja operasional.

Di sisi lain, Superbank juga mencatat pertumbuhan penyaluran kredit 61 persen secara tahunan menjaadi Rp13,4 triliun. Pertumbuhan kredit didukung oleh semakin luasnya integrasi produk Pinjaman Atur Sendiri (PAS) ke dalam ekosistem Grab dan OVO, sehingga masyarakat dapat mengakses pembiayaan secara lebih mudah, cepat, dan fleksibel langsung melalui aplikasi yang mereka gunakan setiap hari.

Di tengah ekspansi bisnis yang pesat, Superbank menjaga kualitas aset dan disiplin manajemen risiko. Hal tersebut tercermin dari Rasio Non-Performing Loan (NPL) Gross membaik menjadi 1,6 persen, dibandingkan 2,7 persen pada periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara itu, struktur permodalan Perseroan tetap sangat kuat dengan Capital Adequacy Ratio (CAR) sebesar 74,5 persen.

Di sisi pendanaan, DPK perseroan mencapai Rp15,9 triliun atau meningkat 89,1 persen YoY. Sementara itu pendapatan bunga bersih (Net Interest Income/NII) meningkat 51,7 persen YoY menjadi Rp1,01 triliun, dengan Net Interest Margin (NIM) tetap terjaga pada level 8,7 persen.

Di saat yang sama, efisiensi operasional meningkat signifikan, tercermin dari Cost to Income Ratio (CIR) yang membaik menjadi 54,8 persen dari 74,6 persen pada periode yang sama tahun sebelumnya. Sejalan dengan itu, Pre-Tax Return on Equity (ROE) meningkat menjadi 5,7 persen, dibandingkan 1,2 persen pada semester I 2025.

Memasuki semester kedua 2026, Tigor menyatakan perusahaan masih mempertahankan strategi integrasi di ekosistem dan berencana memperluasnya.

"Dengan fundamental yang semakin kuat, basis nasabah yang terus bertambah, serta kolaborasi yang semakin erat bersama ekosistem Grab, OVO, Emtek, GXS Bank, dan KakaoBank, Superbank optimis dapat terus memperluas inklusi keuangan," pungkasnya.

Editorial Team

EditorEkarina .

Related Article