Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
The Fed Naikkan Suku Bunga 25 Bps, Ada Sinyal Naik Lagi
Ketua The Fed Kevin Warsh saat mengumumkan kenaikan suku bunga pada Rabu (16/9). (federalreserve.gov)
  • The Fed menaikkan suku bunga acuan 25 bps menjadi 3,75–4,00 persen dengan alasan inflasi masih tinggi meski ekonomi dan pasar tenaga kerja AS solid.

  • Dot plot menunjukkan 12 dari 18 pejabat memproyeksikan satu kenaikan tambahan 25 bps hingga akhir 2026.

  • The Fed menaikkan proyeksi inflasi PCE 2026 menjadi 3,7 persen dan memperkirakan target 2 persen tercapai pada 2029.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, FORTUNE — The Federal Reserve (The Fed) menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin (bps) ke kisaran 3,75–4,00 persen pada Rabu (16/9) waktu Amerika Serikat (AS) atau Kamis (17/9) waktu Indonesia. Keputusan tersebut menjadi kenaikan pertama sejak Juli 2023.

Federal Open Market Committee (FOMC) mengambil keputusan secara bulat dengan suara 12-0. The Fed menyatakan inflasi masih berada di level tinggi sehingga kebijakan terbaru diarahkan untuk mendukung kembalinya inflasi ke target 2 persen.

Alasan The Fed menaikkan suku bunga

Dalam pernyataan resminya, The Fed menyebut aktivitas ekonomi AS masih berkembang dengan laju yang solid. Pengeluaran domestik tetap tangguh, pertumbuhan produktivitas kuat, dan investasi modal masih kokoh.

Pasar tenaga kerja juga menjadi pertimbangan dalam keputusan tersebut. The Fed menyatakan penambahan lapangan kerja masih sejalan dengan pertumbuhan angkatan kerja, sementara tingkat pengangguran hanya berubah sedikit.

Di sisi lain, inflasi masih menjadi perhatian. Bank sentral AS menyatakan kenaikan suku bunga kali ini ditujukan untuk mendukung proses pengembalian inflasi menuju sasaran 2 persen secara lebih tepat waktu.

Sebelum keputusan terbaru, The Fed mempertahankan suku bunga di kisaran 3,50–3,75 persen sejak pemangkasan 25 bps pada Desember 2025. Sepanjang Januari hingga Juli 2026, bank sentral AS tidak mengubah suku bunganya.

Sinyalkan kenaikan berikutnya

Summary of Economic Projections (dot plot) terbaru pejabat The Fed menunjukkan kebijakan suku bunga berpotensi kembali diperketat sebelum 2026 berakhir. Sebanyak 12 dari 18 pejabat memproyeksikan suku bunga berada di sekitar 4,125 persen pada akhir tahun.

Level tersebut mengindikasikan satu kenaikan tambahan sebesar 25 bps dari posisi saat ini. Empat pejabat lainnya memproyeksikan kenaikan yang lebih besar, yakni 50 bps secara total pada sisa tahun ini.

Sementara itu, dua pejabat menilai kisaran suku bunga saat ini sudah memadai. Dot plot tidak mencantumkan nama pejabat yang memberikan masing-masing proyeksi.

Untuk tahun-tahun berikutnya, proyeksi tersebut tidak menunjukkan kenaikan tambahan. Pemangkasan suku bunga baru terlihat dalam proyeksi 2028 dan 2029.

Proyeksi inflasi The Fed kembali naik

The Fed juga menaikkan perkiraan inflasi yang diukur melalui Personal Consumption Expenditures (PCE) Price Index. Proyeksi inflasi PCE untuk 2026 kini mencapai 3,7 persen, naik dari 3,6 persen dalam proyeksi pada pertemuan Juni.

Bank sentral AS memperkirakan inflasi baru kembali ke target 2 persen pada 2029. Proyeksi tersebut berarti pencapaian target inflasi diperkirakan membutuhkan waktu lebih lama dibandingkan perkiraan sebelumnya.

Di sisi pertumbuhan ekonomi, The Fed justru menaikkan proyeksi pertumbuhan AS menjadi 2,3 persen dari 2,2 persen. Tingkat pengangguran pada akhir 2026 diperkirakan berada di 4,1 persen, lebih rendah dari proyeksi sebelumnya sebesar 4,3 persen.

Wall Street merespons keputusan The Fed

Keputusan kenaikan suku bunga turut memengaruhi perdagangan aset keuangan AS. Dow Jones Industrial Average ditutup turun 1,21 persen ke 51.461,90. S&P 500 melemah 0,45 persen ke 7.551,81, sedangkan Nasdaq Composite turun tipis 0,01 persen.

Di pasar valuta asing, indeks dolar AS menguat sekitar 0,65 persen setelah keputusan The Fed. Imbal hasil Treasury AS tenor dua tahun juga sempat meningkat 6 bps karena pasar memperhitungkan peluang kenaikan suku bunga berikutnya.

Harga emas berjangka turun 1,2 persen. Kenaikan imbal hasil obligasi membuat aset tanpa imbal hasil seperti emas menjadi relatif kurang menarik bagi investor.

Di Asia, respons pasar tidak seragam. Pada perdagangan Kamis (17/9), Nikkei 225 Jepang naik 0,18 persen, KOSPI Korea Selatan menguat 0,14 persen, dan STI Singapura bertambah 0,29 persen. Sebaliknya, Shanghai Composite turun 0,45 persen dan Hang Seng Hong Kong melemah 1,50 persen.

The Fed kini mempertahankan kisaran suku bunga 3,75–4,00 persen setelah kenaikan 25 bps pada September 2026. Proyeksi mayoritas pejabat FOMC masih menunjukkan ruang untuk satu kenaikan lagi hingga akhir 2026.

FAQ seputar The Fed naikkan suku bunga

Berapa suku bunga The Fed setelah kenaikan September 2026?

Suku bunga acuan berada di kisaran 3,75–4,00 persen.

Kapan terakhir The Fed menaikkan suku bunga sebelum September 2026?

Kenaikan sebelumnya terjadi pada Juli 2023.

Apakah The Fed berpotensi menaikkan suku bunga lagi?

Ya, mayoritas proyeksi pejabat FOMC menunjukkan setidaknya satu kenaikan lagi pada 2026.

Kapan inflasi AS diproyeksikan kembali ke target 2 persen?

The Fed memperkirakan inflasi kembali ke target tersebut pada 2029.

Curated For You

Editorial Team

Related Article