Keputusan kenaikan suku bunga turut memengaruhi perdagangan aset keuangan AS. Dow Jones Industrial Average ditutup turun 1,21 persen ke 51.461,90. S&P 500 melemah 0,45 persen ke 7.551,81, sedangkan Nasdaq Composite turun tipis 0,01 persen.
Di pasar valuta asing, indeks dolar AS menguat sekitar 0,65 persen setelah keputusan The Fed. Imbal hasil Treasury AS tenor dua tahun juga sempat meningkat 6 bps karena pasar memperhitungkan peluang kenaikan suku bunga berikutnya.
Harga emas berjangka turun 1,2 persen. Kenaikan imbal hasil obligasi membuat aset tanpa imbal hasil seperti emas menjadi relatif kurang menarik bagi investor.
Di Asia, respons pasar tidak seragam. Pada perdagangan Kamis (17/9), Nikkei 225 Jepang naik 0,18 persen, KOSPI Korea Selatan menguat 0,14 persen, dan STI Singapura bertambah 0,29 persen. Sebaliknya, Shanghai Composite turun 0,45 persen dan Hang Seng Hong Kong melemah 1,50 persen.
The Fed kini mempertahankan kisaran suku bunga 3,75–4,00 persen setelah kenaikan 25 bps pada September 2026. Proyeksi mayoritas pejabat FOMC masih menunjukkan ruang untuk satu kenaikan lagi hingga akhir 2026.
Berapa suku bunga The Fed setelah kenaikan September 2026? | Suku bunga acuan berada di kisaran 3,75–4,00 persen. |
Kapan terakhir The Fed menaikkan suku bunga sebelum September 2026? | Kenaikan sebelumnya terjadi pada Juli 2023. |
Apakah The Fed berpotensi menaikkan suku bunga lagi? | Ya, mayoritas proyeksi pejabat FOMC menunjukkan setidaknya satu kenaikan lagi pada 2026. |
Kapan inflasi AS diproyeksikan kembali ke target 2 persen? | The Fed memperkirakan inflasi kembali ke target tersebut pada 2029. |