Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Topang Sektor UMKM Rp6,2 Triliun, Bank Sampoerna Cetak Laba Rp15,9 Miliar
Logo Bank Sampoerna/Dok Bank Sampoerna
  • Bank Sampoerna mencatat laba bersih Rp15,9 miliar hingga Juni 2026, naik lebih dari 41 persen secara tahunan, didorong ekspansi kredit dan likuiditas yang solid.
  • Total kredit mencapai Rp10,6 triliun, dengan UMKM menyumbang hampir 60 persen atau Rp6,2 triliun; penyaluran langsung Rp5,5 triliun dan melalui mitra Rp628,8 miliar.
  • Kualitas aset terjaga dengan NIM 3,95 persen dan NPL gross 3,57 persen, di bawah rata-rata industri UMKM; CASA Rp2,6 triliun serta LDR 87,93 persen.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, FORTUNE – PT Bank Sahabat Sampoerna (Bank Sampoerna) membukukan laba bersih setelah pajak senilai Rp15,9 miliar hingga akhir Juni 2026. Capaian ini tumbuh lebih dari 41 persen dibandingkan dengan periode sama pada tahun sebelumnya yang sebesar Rp11,2 miliar. Pertumbuhan kinerja keuangan ini disokong oleh ekspansi penyaluran kredit dan posisi likuiditas yang solid.

Total penyaluran kredit Bank Sampoerna hingga kuartal II-2026 mencapai Rp10,6 triliun. Sektor UMKM menjadi penopang utama dengan porsi hampir 60 persen dari total portofolio, atau setara Rp6,2 triliun. Sementara itu, sisa pembiayaan disalurkan ke segmen wholesale business.

Skema penyaluran kredit ke sektor UMKM dilakukan melalui dua jalur. Pembiayaan langsung mencatatkan penyerapan Rp5,5 triliun. Sisanya disalurkan secara tidak langsung senilai Rp628,8 miliar melalui jaringan mitra strategis, meliputi perusahaan fintech, multifinance, koperasi, dan modal ventura.

Direktur Finance & Business Planning Bank Sampoerna, Henky Suryaputra, menegaskan komitmen perseroan dalam menjaga kinerja di tengah tantangan pasar.

“Bank Sampoerna terus beradaptasi di tengah kondisi ekonomi dan sektor UMKM yang penuh tantangan. Prioritas utama kami adalah menjaga keseimbangan antara pengelolaan risiko dan tingkat kepercayaan masyarakat hingga akhir tahun,” ujar Henky melalui keterangan resmi di Jakarta, Kamis (27/8).

Dari sisi kualitas aset, margin bunga bersih (net interest margin/NIM) terjaga pada level 3,95 persen sepanjang semester I-2026. Rasio kredit bermasalah (non-performing loan/NPL) gross mencapai 3,57 persen.

Posisi NPL ini berada di bawah rata-rata NPL UMKM industri perbankan nasional yang mencapai 4,54 persen berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Kinerja kredit yang optimal turut ditopang oleh kecukupan likuiditas perseroan. Hingga Juni 2026, perolehan dana murah (current account savings account/CASA) dari giro dan tabungan terhimpun Rp2,6 triliun. Tingkat likuiditas yang terjaga ini menempatkan loan to deposit ratio (LDR) Bank Sampoerna pada level 87,93 persen.

Curated For You

Editorial Team

Related Article