Jakarta, FORTUNE— Gokuniku membuka restoran premium di kawasan Senopati, Jakarta Selatan. Mengusung konsep “Japan’s Ultimate Meat Experience”, restoran ini menyasar konsumen kelas menengah atas dengan menawarkan hidangan berbasis daging premium serta pengalaman bersantap yang dipadukan dengan fasilitas hiburan privat.
Di tengah maraknya restoran Jepang di kawasan tersebut, Gokuniku tidak mencoba bersaing hanya melalui menu sukiyaki dan shabu-shabu yang sudah umum dikenal konsumen. Restoran ini mengusung spicy tomato sukiyaki sebagai menu andalannya.
Berbeda dari kuah sukiyaki yang umumnya bercita rasa manis dan gurih, varian tersebut menawarkan perpaduan rasa asam, segar, dan pedas dari cabai rawit dengan sentuhan cita rasa yang lebih dekat dengan preferensi konsumen Indonesia.
“Yang membuat berbeda itu spicy tomato sukiyaki sebagai signature produk kami,” kata CEO Gokuniku, Michael di Jakarta, Senin (24/8).
Menurutnya, spicy tomato sukiyaki terinspirasi dari pengalamannya mencicipi menu serupa di Singapura. Meski di Jepang sendiri, penggunaan cabai rawit dalam sukiyaki relatif tidak umum.
Untuk memperkuat cita rasa dan kualitas masakan, restoran ini menggunakan daging impor, termasuk daging sapi Jepang untuk lini premium.
Gokuniku menawarkan beberapa pilihan potongan daging, mulai dari Togarashi (daging dengan kandungan lemak rendah), Rosu hingga rib eye Jepang. Untuk lini premium, daging berasal dari sejumlah wilayah di Jepang seperti Miyazaki, Kagoshima, dan Hokkaido.
Untuk konsumen yang menginginkan pilihan dengan harga lebih terjangkau, Gokuniku menyediakan paket makan siang menggunakan Australian Black Angus.
Tidak hanya menempatkan kualitas daging sebagai salah satu elemen utama dalam konsep bisnisnya, Gokuniku juga membangun diferensiasi melalui konsep ruang privat. Restoran ini menyediakan sejumlah VIP room yang dilengkapi fasilitas karaoke, serta satu ruang berkapasitas hingga 30 orang di lantai empat.
Konsep tersebut dirancang untuk menangkap meningkatnya minat konsumen terhadap ruang makan yang lebih privat, baik untuk keluarga, pertemuan bisnis, maupun acara bersama teman.
Di tengah ketatnya persaingan restoran Jepang, ia mengaku belum memiliki target pembukaan cabang lain ke depan. Michael ingin memastikan konsep dan produk Gokuniku dapat diterima pasar sebelum mempertimbangkan ekspansi.
Melalui gerai perdananya di Jakarta, Gokuniku berharap dapat memperkuat posisinya sebagai destinasi kuliner premium bagi konsumen yang mencari pengalaman bersantap Jepang dengan konsep yang lebih personal dan eksklusif.
