Jakarta, FORTUNE— BMW Indonesia optimistis dapat mempertahankan momentum pertumbuhan penjualan hingga akhir 2026. Hingga Juli 2026, penjualan BMW tumbuh hampir 10 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
President Director BMW Group Indonesia, Sunny Medalla, mengatakan pertumbuhan tersebut ditopang kombinasi produk, program penjualan, jaringan dealer, serta meningkatnya permintaan terhadap kendaraan premium.
"Per Juli, kami tumbuh dan sangat senang dengan pertumbuhan BMW dibandingkan tahun sebelumnya, hampir 10 persen. Itu bukan hal yang biasa terjadi di segmen premium," ujarnya di Jakarta, Kamis (13/8).
Optimisme BMW kian menguat setelah Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026 perusahaan mencatat kenaikan penjualan lebih dari 30 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Namun, ia denga enggan menyebut detail angka penjualan tersebut. Seiring momentum tersebut, BMW menargetkan pertumbuhan penjualan hingga akhir tahun.
"Kami melihat permintaan terhadap BMW terus meningkat dan kami sangat antusias untuk melanjutkan momentum ini hingga akhir tahun," katanya.
Dia tak menampik nilai tukar rupiah dan ketidakpastian ekonomi masih memberikan tekanan terhadap pasar otomotif. Meski begitu, permintaan terhadap kendaraan premium menurut Sunny masih cukup kuat.
Ia mengatakan hasil penjualan hingga saat ini dan GIIAS menunjukkan konsumen segmen premium masih memiliki daya beli dan minat terhadap kendaraan BMW.
"Kami senang karena meskipun nilai tukar berkembang negatif, hasil GIIAS 2026 kami sangat positif. Ini memotivasi kami untuk terus bertumbuh," ujarnya.
BMW juga menilai kondisi pasar kendaraan premium tahun ini lebih baik dibandingkan 2025. Perusahaan bahkan menyebut BMW berada di posisi terdepan dalam pertumbuhan segmen premium.