Jakarta, FORTUNE – Produsen jam tangan Swiss, TUDOR, memperluas kehadirannya di pasar Indonesia melalui pembukaan butik khusus pertama atau mono-brand boutique di Pacific Place, Jakarta. Gerai ini menjadi kanal ritel resmi yang sepenuhnya didedikasikan untuk koleksi dan pengalaman jenama tersebut setelah bertahun-tahun hadir melalui jaringan ritel multijenama INTime.
Peresmian butik ditandai dengan seremoni pembukaan yang dihadiri Presiden Direktur dan CEO Time International Irwan Danny Mussry, Wakil Presiden Eksekutif Time International Shannon Hartono, serta Wakil Presiden Penjualan dan Operasional Luxury Watches & Jewelry Adhidarma Herman bersama perwakilan TUDOR.
"Selamat kepada tim Luxury Watches and Jewelry atas hadirnya butik Tudor yang indah di Pacific Place. Ruang ini benar-benar mencerminkan semangat jenama tersebut, dan saya senang dapat mengunjungi butik barunya hari ini. Terima kasih sebesar-besarnya kepada tim proyek, jenama, operasional, dan pemasaran yang telah mewujudkan ruang yang begitu memukau ini," ujar Irwan dalam unggahan di Instagramnya.
Pembukaan butik di kawasan Sudirman Central Business District (SCBD) ini dilakukan bersama mitra lokalnya, Time International. Langkah tersebut menandai pengembangan strategi ritel TUDOR di Indonesia, sekaligus memperluas pengalaman pelanggan dalam mengenal koleksi dan sejarah perusahaan yang berdiri sejak 1926.
Selama ini, koleksi TUDOR tersedia melalui butik INTime sebagai bagian dari kurasi jam tangan Swiss. Melalui gerai khusus ini, perusahaan menghadirkan ruang yang lebih menyeluruh bagi kolektor dan pencinta horologi, mulai dari eksplorasi produk hingga pengenalan proses pembuatan jam tangan.
Desain butik mengikuti konsep global terbaru TUDOR dengan dominasi warna merah yang menjadi identitas visual jenama. Interiornya memadukan karakter modern dan fungsional dengan sejumlah instalasi yang merepresentasikan semangat Born To Dare.
Salah satu daya tarik utamanya adalah area interaktif yang menampilkan Black Bay 58 Bronze Boutique Edition. Instalasi tersebut memperlihatkan proses pengerjaan material aluminium bronze alloy pada bagian casing jam tangan. Material ini dapat membentuk patina secara alami seiring waktu, sehingga setiap unit memiliki tampilan yang berkembang mengikuti pemakaian pemiliknya.
Butik tersebut juga menampilkan sejumlah benda yang berkaitan dengan dunia petualangan dan olahraga. Di antaranya papan selancar kuning yang dirancang untuk peselancar ombak besar Nic Von Rupp, yang pernah menghadapi ombak setinggi sekitar 80 kaki di Nazaré, Portugal.
Selain itu, terdapat sepeda balap milik TUDOR Pro Cycling Team yang pernah digunakan dalam kompetisi dan latihan. Goresan serta bekas pemakaian pada sepeda sengaja dipertahankan untuk menggambarkan bahwa performa dibentuk melalui pengalaman dan tantangan nyata.
Pengalaman pengunjung juga dilengkapi area lounge dan TUDOR Concept Bar. Fasilitas tersebut dirancang agar pelanggan dapat bersantai sekaligus menjelajahi berbagai koleksi, termasuk lini Pelagos, dalam suasana yang lebih personal.
Melalui butik pertamanya di Indonesia, TUDOR menghadirkan kanal ritel khusus untuk memperkuat interaksi dengan konsumen sekaligus memperkenalkan koleksi, sejarah, dan karakter jenama kepada pasar jam tangan mewah domestik.
