Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
For
You

Ada Sentimen dari Iran hingga MSCI, IHSG Diprediksi Lanjut Koreksi

Layar yang menampilkan gerak IHSG. (ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay)
Layar yang menampilkan gerak IHSG. (ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay)

Jakarta, FORTUNE - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi melanjutkan koreksi pada Selasa (13/1), setelah kemarin ditutup melemah 0,58 persen di level 8.884,72.

Tim riset Phintraco Sekuritas mengatakan, seperti perkiraan, IHSG yang belum mampu bertahan di atas level 9.000 mengakibatkan aksi pengambilan keuntungan (profit taking), khususnya terhadap saham-saham konglomerasi yang telah reli dan menjadi kontributor penguatan indeks.

"Pelemahan saham-saham tersebut disinyalir juga mengantisipasi pengumuman MSCI mengenai kebijakan baru penghitungan free float yang akan diumumkan pada akhir bulan ini," kata tim analis Phintraco Sekuritas dalam risetnya.

Senada dengan Phintraco Sekuritas, Head of Research PT Korea Investment and Sekuritas Indonesia (KISI), Muhammad Wafi, mengatakan, berdasarkan level psikologis, wajar jika banyak yang melakukan pengambilan keuntungan. Khususnya karena sentimen MSCI tersebut.

"Kalau dari [segi] makronya, kemarin ada data M0 [uang primer] dan M2 [uang beredar dalam arti luas] yang menunjukkan kalau likuiditas masih mandek di bank, belum mengalir ke sektor riil," katanya, dikutip Selasa. "IHSG kemungkinan masih akan bearish antara 8.800-8.900."

Lebih lanjut, aksi profit taking yang terjadi kemarin berbuntut pada panic selling sehingga sempat menekan IHSG hingga level 8.715, sebelum akhirnya membaik walau masih ditutup di zona merah.

Secara teknikal, IHSG ditutup di bawah level MA5. Indikator MACD dan stochastic RSI mengindikasikan kans koreksi lanjutan karena volume jual. "Sehingga IHSG diperkirakan bergerak sideways cenderung melemah dan berpeluang menguji support di 8.725-8.800," kata Phintraco Sekuritas.

Saham-saham yang disoroti oleh tim analis Phintraco Sekuritas hari ini, meliputi: TLKM, KLBF, ASII, BTPS, dan MBMA.

Sementara itu, Pilarmas Investindo Sekuritas memperkirakan IHSG hari ini melemah terbatas dengan level support dan resisten antara 8.760 dan 9.000. Kendati demikian, ruang penguatan masih terbuka. Saham-saham yang masuk sorotan Pilarmas Investindo Sekuritas adalah MLPL, ANTM, dan INDY.

Sentimen utama dari global ada 2, yakni penyelidikan terhadap Ketua The Fed, Jerome Powell dan tensi geopolitik Iran yang kian memanas.

Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus, mengatakan, hingga saat ini gelombang demonstrasi di Iran masih terus berlangsung dan meluas. Selain itu, Trump juga mengumukan pengenaan tarif 25 persen bagi setiap negara yang berbisnis dengan Iran.

"Sejauh ini, mitra dagang utama terbesar Iran adalah India, Turki, dan Tiongkok," kata Nico.

Share
Topics
Editorial Team
Pingit Aria
EditorPingit Aria
Follow Us

Latest in Market

See More

Ada Sentimen dari Iran hingga MSCI, IHSG Diprediksi Lanjut Koreksi

13 Jan 2026, 07:47 WIBMarket