Aksi penerbitan obligasi global Danantara mendapat respons positif dari investor global. Nilai pemesanan atau peak orderbook tercatat mencapai sekitar 4,6 miliar dolar AS atau sekitar Rp81,9 triliun, tiga kali lipat dari nilai obligasi yang ditawarkan.
Permintaan berasal dari investor institusi di AS, Eropa, Timur Tengah, Afrika (EMEA), dan Asia. Selain itu, investor lain yang berpartisipasi berasal dari perusahaan asuransi, dana pensiun, bank, serta institusi keuangan.
Untuk obligasi tenor 5 tahun, distribusi investor terbesar berasal dari kawasan EMEA sebesar 41 persen. Investor AS menyerap 38 persen alokasi, sedangkan Asia memperoleh 21 persen.
Sementara pada obligasi tenor 10 tahun, investor AS menjadi kelompok terbesar dengan alokasi 52 persen. Investor EMEA menyerap 31 persen, sedangkan Asia memperoleh 17 persen.
Dari sisi jenis investor, mayoritas pembeli berasal dari kelompok manajer aset dan manajer dana. Pada seri 5 tahun, kelompok tersebut menerima alokasi sebesar 82 persen, sedangkan pada seri 10 tahun mencapai 72 persen.
Manajemen Danantara menyampaikan bahwa tingginya minat investor mencerminkan kepercayaan pasar terhadap institusi tersebut.
“Kepercayaan yang diberikan pasar internasional ini juga diharapkan dapat memperkuat keyakinan investor domestik dan masyarakat luas terhadap kekuatan kerangka institusional Danantara Indonesia,” tulis Danantara dalam siaran pers, Jumat (12/6).