Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Efisiensi Pangkas Rugi AirAsia Jadi Rp787,7 Miliar di Semester I-2026
Ilustrasi maskapai Air Asia. (pexels.com/Jeffry S.S.)
  • AirAsia Indonesia menekan rugi bersih semester I-2026 menjadi Rp787,71 miliar dari Rp1,44 triliun setahun sebelumnya, di tengah kenaikan harga avtur dan pelemahan rupiah.
  • Efisiensi biaya, pengurangan rute kurang menguntungkan, serta penyesuaian kapasitas menekan rugi operasional 6,9% menjadi Rp678,4 miliar, meski biaya operasional naik 26,1% menjadi Rp1,99 triliun.
  • Pendapatan turun 1,8% menjadi Rp3,91 triliun karena fokus profitabilitas rute; semester II, AirAsia akan meningkatkan utilisasi armada dan konektivitas Fly-Thru ke lebih dari 150 destinasi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, FORTUNE – PT AirAsia Indonesia Tbk (AAID/CMPP) berhasil memperkecil kerugian pada paruh pertama 2026 di tengah tekanan industri penerbangan akibat lonjakan harga bahan bakar dan pelemahan nilai tukar rupiah. Perseroan memilih fokus pada efisiensi operasional dan optimalisasi rute dibanding mengejar pertumbuhan jumlah penumpang.

Mengacu pada laporan keuangan perusahaan, rugi bersih AirAsia pada semester I-2026 turun menjadi Rp787,71 miliar, lebih rendah dibandingkan kerugian Rp1,44 triliun yang dibukukan pada periode yang sama tahun lalu.

Capaian itu diraih dengan berbagai langkah pengendalian biaya. Perseroan menyebut mampu meredam dampak kenaikan harga avtur global yang meningkat 46,7 persen secara tahunan (year-on-year/yoy), serta depresiasi rupiah sekitar 5 persen terhadap dolar Amerika Serikat melalui kebijakan efisiensi yang diterapkan secara disiplin.

Meski beban bahan bakar melonjak sehingga total biaya operasional meningkat 26,1 persen menjadi Rp1,99 triliun, penataan jaringan penerbangan dan pengelolaan anggaran membuat rugi operasional di luar pengaruh selisih kurs dapat ditekan 6,9 persen menjadi Rp678,4 miliar.

Di sisi pendapatan, AirAsia membukukan penerimaan sebesar Rp3,91 triliun pada enam bulan pertama 2026, turun tipis 1,8 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Penurunan tersebut merupakan konsekuensi dari strategi perusahaan yang mengutamakan profitabilitas rute dibanding peningkatan volume penumpang.

Kontribusi terbesar masih berasal dari penjualan tiket senilai Rp3,31 triliun, sedangkan pendapatan non-tiket, seperti bagasi, kargo, dan layanan makanan dalam pesawat, mencapai Rp595 miliar.

Sepanjang periode tersebut, kapasitas penerbangan disesuaikan menjadi 3,44 juta kursi, sementara rata-rata harga tiket naik 4,9 persen menjadi Rp1,13 juta. Kebijakan itu turut mendorong Revenue per Available Seat Kilometer (RASK) meningkat 17,4 persen menjadi Rp854, dengan load factor tetap terjaga di level 82 persen.

Direktur Utama PT AirAsia Indonesia, Captain Achmad Sadikin Abdurachman, mengatakan semester pertama 2026 menjadi periode yang penuh tantangan bagi maskapai di tengah meningkatnya biaya operasional.

"Fokus kami pada efisiensi biaya internal, terutama pemangkasan anggaran pemasaran non-esensial dan penataan jadwal perawatan pesawat, berhasil menurunkan biaya operasional sebesar 2,2 persen sekaligus menekan kerugian operasional utama kami di 6,9 persen,” ujarnya dalam keterangan resmi, Selasa (28/7).

Menurutnya, perseroan sengaja mengurangi rute yang dinilai kurang menguntungkan dan menyesuaikan kapasitas penerbangan agar kinerja keuangan tetap terjaga tanpa mengorbankan tingkat keterisian kursi.

Memasuki semester II-2026, AirAsia akan melanjutkan strategi pemulihan dengan meningkatkan utilisasi armada sekaligus memperluas konektivitas melalui layanan Fly-Thru AirAsia Group, yang menghubungkan penumpang ke lebih dari 150 destinasi di kawasan Asia-Pasifik.

“Kami akan terus mencermati perkembangan pasar dengan mengedepankan fleksibilitas operasional dan disiplin struktur biaya. Langkah terukur ini menjadi kunci utama untuk menjaga keberlanjutan bisnis perseroan, sambil tetap menghadirkan layanan penerbangan yang berkualitas dan terjangkau bagi para penumpang,” kata Sadikin.

Curated For You

Editorial Team

Related Article