Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
For
You

Emiten INET Dirikan Anak Usaha Baru yang Fokus di Bisnis Pusat Data

Untitled design_20260210_190201_0000.jpg
Logo PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET). (Dok. INET)

Jakarta, FORTUNE - Emiten telekomunikasi, PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET), mendirikan anak usaha baru yang bergerak di bidang pusat data (data center), yakni PT Sinergi Inti Data Indonesia (SIDI).

Untuk itu, Sinergi Inti Andalan Prima menyetorkan modal sebanyak 18.700 lembar saham. Dengan nilai masing-masing Rp1 juta per lembar saham, modal ditempatkan dan disetor perseroan kepada SIDI berjumlah Rp18,7 miliar.

"Seluruhnya sebanyak 22.000 lembar saham masing-masing dengan nilai Rp1 juta atau dengan total sebesar Rp22 juta," kata Direktur Utama Sinergi Inti Andalan Prima, Muhammad Arif dalam keterbukaan informasi, dikutip Selasa (10/2).

Sisa saham SIDI, yakni sebanyak 3.300 lembar atau Rp3,3 miliar, dimiliki oleh PT Inti Pusat Data Nusantara.

Transaksi pendirian anak usaha itu merupakan salah satu langkah strategis perseroan untuk ekspansi usaha di luar bisnis utama.

Siapkan belanja modal senilai Rp4,2 triliun pada 2026

Pada 2026, INET mengalokasikan belanja modal sejumlah Rp4,2 triliun. Dalam paparan publik pada akhir 2025, Arief menyebut, perseroan akan menggunakan pendanaan internal untuk anggaran itu, yang mencakup penghimpunan dana lewat rights issue Rp3,2 triliun dan obligasi senilai Rp1 triliun.

Khusus dana hasil penerbitan obligasi, perseroan akan menggunakannya untuk memperkuat infrastruktur serta menggenjot diversifikasi jaringan di wilayah Kalimantan Barat. Di sisi lain, dana hasil rights issue akan INET gunakan untuk mengakselerasi perluasan jaringan fiber to the home atau FTTH dengan teknologi Wi-Fi 7.

Secara terperinci, perseroan mengalokasikan sebesar Rp2,8 triliun ke anak usaha, PT Garuda Prima Internetindo (GPI) guna mengakuisisi 2 juta pelanggan baru di wilayah Bali dan Lombok. Lalu, dana senilai Rp213,44 miliar akan dipakai untuk membayarkan biaya sewa jaringan kabel bawah laut. Selain itu, perseroan juga menganggarkan Rp135 miliar sebagai modal kerja, yang akan digunakan dalam pembangunan jaringan FTTH di Jawa. Sisa dana akan digunakan untuk kebutuhan ekspansi layanan, pemasaran, dan lain-lain.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Pingit Aria
EditorPingit Aria
Follow Us

Latest in Market

See More

RISE Rilis 3 Proyek Premium Q1-2026, Diproyeksi Sumbang Rp28 M/Tahun

10 Feb 2026, 19:20 WIBMarket