Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
ICP Agustus 2026 Naik ke US$89,43 per Barel Akibat Eskalasi Geopolitik
potret kilang minyak (unsplash.com/Timothy Newman)
  • Rata-rata ICP Agustus naik US$7,75 menjadi US$89,43 per barel dibandingkan Juli 2026.
  • Risiko geopolitik, ketegangan di Selat Hormuz dan Laut Merah, serta kekhawatiran gangguan pasokan memengaruhi pergerakan harga.
  • Pemerintah memantau pasar menjelang September, dengan proyeksi ICP US$83,00 hingga US$87,00 per barel.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Menurutmu, ICP September akan tetap di level tinggi?
Vote Now
Juli 2026

ICP berada di level US$81,68 per barel.

Agustus 2026

Rata-rata ICP naik menjadi US$89,43 per barel. Brent, WTI, dan Dated Brent juga tercatat meningkat dibandingkan Juli 2026.

September

Pemerintah memantau perkembangan pasar menjelang realisasi harga. ICP diproyeksikan berada di kisaran US$83,00 hingga US$87,00 per barel.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Menurutmu, ICP September akan tetap di level tinggi?
Vote Now
  • What?
    Rata-rata ICP Agustus naik US$7,75 menjadi US$89,43 per barel dari US$81,68 per barel pada Juli 2026.
  • Who?
    Pemerintah dan Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Laode Sulaeman memantau pergerakan ICP.
  • Where?
    Pergerakan harga dikaitkan dengan ketegangan di Selat Hormuz dan Laut Merah serta jalur distribusi minyak internasional.
  • When?
    Kenaikan terjadi pada Agustus 2026 dibandingkan Juli 2026.
  • Why?
    Risiko geopolitik, kekhawatiran gangguan pasokan, pengetatan sanksi politik-ekonomi, dan kebuntuan diplomasi internasional memengaruhi harga.
  • How?
    Pemerintah memantau perkembangan pasar dan menggunakan formula ICP yang disebut transparan serta mencerminkan dinamika pasar internasional.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Menurutmu, ICP September akan tetap di level tinggi?
Vote Now

Harga minyak Indonesia pada Agustus naik dari US$81,68 jadi US$89,43 per barel. Pak Laode bilang orang-orang khawatir minyak sulit lewat laut karena ada ketegangan di Selat Hormuz dan Laut Merah. Pemerintah sekarang terus melihat harga minyak. Untuk September, harganya diperkirakan masih tinggi.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Menurutmu, ICP September akan tetap di level tinggi?
Vote Now

Pemantauan perkembangan pasar menjelang realisasi harga September menunjukkan perhatian pemerintah terhadap pergerakan minyak mentah dunia. Pernyataan bahwa formula ICP tetap transparan dan mencerminkan dinamika pasar internasional juga menempatkan akuntabilitas bagi keuangan negara serta industri hulu migas sebagai bagian dari proses penetapan harga.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Menurutmu, ICP September akan tetap di level tinggi?
Vote Now

Jakarta, FORTUNE - Pemerintah menetapkan rata-rata harga minyak mentah Indonesia atau Indonesian Crude Price (ICP) Agustus ke level US$89,43 per barel, seiring harga minyak global yang juga menunjukkan lonjakan.

Adapun rata-rata ICP tersebut naik US$7,75 per barel dibandingkan ICP Juli 2026 yang berada di level US$81,68 per barel.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, Laode Sulaeman menyampaikan pergerakan ini terjadi di tengah meningkatnya risiko geopolitik dan kekhawatiran terhadap gangguan pasokan di jalur distribusi minyak internasional.

"Berbagai ketegangan di kawasan Selat Hormuz dan Laut Merah, termasuk serangan terhadap kapal tanker dan fasilitas kilang, telah memicu kekhawatiran pasar terhadap kelancaran pasokan minyak dunia," ujar Laode.

Selain kekhawatiran terhadap gangguan jalur maritim, pengetatan sanksi politik-ekonomi dan kebuntuan diplomasi internasional disebut turut membatasi peluang penurunan harga minyak dunia.

Adapun, kenaikan harga minyak mentah pada Agustus 2026 dibandingkan Juli 2026 tercatat sebagai berikut:

  • ICP Indonesia: dari US$81,68 menjadi US$89,43 per barel, naik US$ 7,75.

  • Brent (ICE): dari US$83,97 menjadi US$88,08 per barel, naik US$4,10.

  • WTI (Nymex): dari US$79,22 menjadi US$82,45 per barel, naik US$3,23.

  • Dated Brent: dari US$83,41 menjadi US$90,84 per barel, naik US$7,43.

Dengan perkembangan ini, pemerintah mengatakan bakal terus memantau perkembangan pasar menjelang realisasi harga September. Laode memperkirakan, ICP masih berada pada level tinggi, yakni di kisaran US$83,00 hingga US$87,00 per barel. Proyeksi tersebut dikaitkan dengan kendala pasokan di Selat Hormuz serta perkiraan penurunan cadangan minyak di Amerika Serikat.

"Kami akan terus memantau pergerakan harga minyak mentah dunia sebagai bagian dari upaya menjaga ketahanan energi nasional. Pemerintah juga menyatakan formula ICP tetap transparan dan mencerminkan dinamika pasar internasional agar akuntabel bagi keuangan negara serta industri hulu migas," pungkasnya.

Pilih pandanganmu soal proyeksi ICP September

Menurutmu, ICP September akan tetap di level tinggi?

See More
Ya, tetap tinggi
A*** has voted
B*** has voted
C**** has voted
Tidak, akan menurun

Editorial Team

EditorEkarina .

Related Article