Bisnis otomotif menjadi salah satu penopang kinerja Astra sepanjang sembilan bulan pertama 2026. Segmen ini membukukan laba bersih Rp9,78 triliun, meningkat 8 persen secara tahunan karena didorong pertumbuhan penjualan kendaraan dan kontribusi bisnis komponen.
Secara nasional, penjualan mobil meningkat 21 persen menjadi 679.000 unit. Namun, pertumbuhan penjualan mobil Astra lebih rendah, yakni 13 persen. Meski demikian, Astra tetap menguasai 49 persen pangsa pasar mobil nasional, dengan Toyota dan Daihatsu sebagai merek utama.
Di segmen roda dua, penjualan sepeda motor nasional tumbuh 4 persen menjadi 5 juta unit. Penjualan sepeda motor Honda meningkat 3 persen dengan pangsa pasar yang bertahan di level 77 persen. Sementara itu, laba bersih bisnis komponen otomotif Astra naik 15 persen menjadi Rp1,4 triliun.
Selain otomotif, segmen jasa keuangan mencatatkan kenaikan laba bersih sebesar 6 persen menjadi Rp7,15 triliun. Pertumbuhan ini diikuti peningkatan piutang pembiayaan bersih sebesar 6 persen dibandingkan Desember 2025 menjadi Rp132 triliun. Nilai pembiayaan baru juga tumbuh 8 persen menjadi Rp92,5 triliun.
Dari bisnis pembiayaan, perusahaan pembiayaan sepeda motor menyumbang laba bersih Rp3,6 triliun, naik 4 persen secara tahunan. Kontribusi perusahaan pembiayaan mobil meningkat 6 persen menjadi Rp1,9 triliun.
Sementara itu, bisnis asuransi Grup Astra membukukan laba bersih Rp1,4 triliun. Laba tumbuh 9 persen berkat peningkatan pendapatan operasional dan investasi.