Jakarta, FORTUNE - Setelah ditutup menguat 0,08 persen di level 6.177 pada akhir pekan lalu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan menguat terbatas pada perdagangan Senin (22/6).
Technical Analyst BRI Danareksa Sekuritas (BRIDS), Reza Diofanda, mengatakan, secara teknikal, IHSG masih berada dalam fase pullback dan konsolidasi sehat setelah reli signifikan sebelumnya.
"Selama bertahan di atas area support 6.070-5.930, IHSG berpeluang bergerak terbatas dengan kecenderungan menguji area resisten 6.300-6.600 dalam jangka pendek," kata Reza dalam riset hariannya.
Pada pekan ini, fokus pasar akan tertuju pada pengumuman MSCI Annual Market Classification Review, yang akan dirilis pada 24 Juni 2026 WIB dini hari. Hal itu berpotensi memengaruhi persepsi investor global terhadap pasar Indonesia.
Di tengah kondisi itu, saham-saham yang disoroti oleh tim BRIDS adalah INCO, BUKA, dan HMSP.
Mirae Asset juga memperkirakan IHSG menguat setelah berhasil membentuk pola bullish doji star candle di atas MA20. Di sisi lain, indikator Stochastics K_D dan RSI masih menunjukkan sinyal positif, didukung kenaikan volume.
Hari ini merupakan tanggal efektif implementasi hasil rebalancing indeks FTSE Russell. Pelaku pasar mengantisipasi adanya penyesuaian portofolio oleh investor institusi maupun passive funds.
"Meski demikian, sebagian besar tekanan dari rebalancing global sudah priced-in, sehingga dampaknya diperkirakan tidak akan se-ekstrem awal bulan lalu yang mengalami bearish market pada IHSG," kata Senior Technical Analyst, Mirae Asset Sekuritas Indonesia, M. Nafan Aji Gusta.
Terkait pengumuman klasifikasi pasar MSCI, Nafan memproyeksikan efeknya akan sangat signifikan, mengingat pelaku pasar sedang mencermati kejelasan status pembekuan pada indeks Indonesia.
Berdasarkan rilis Global Market Accessibility Review kualitatif dari MSCI akhir pekan lalu (19 Juni), terdapat penurunan peringkat pada kriteria Information Flow (dari '+' menjadi '-') karena isu opasitas struktur kepemilikan saham (free float) dan indikasi coordinated trading behavior.
Nafan mengatakan, apabila MSCI mempertahankan status Emerging Market namun tetap melanjutkan status freeze tanpa adanya sinyal downgrade ke Frontier Market, maka respons pasar akan cenderung netral-terkonsolidasi atau priced-in, karena kekhawatiran worst-case scenario tidak terjadi.
"Namun apabila terdapat kejelasan positif dari MSCI mengenai peluang pencabutan freeze di masa mendatang seiring komitmen transparansi data emiten, hal ini dapat memicu pembalikan capital inflow," ujar Nafan.
Di sisi lain, ketegangan AS-Iran menunjukkan tanda-tanda mereda, menyusul perkembangan dialog khususnya terkait pembukaan Selat Hormuz. Hal itu memberikan sentimen positif karena mengurangi risiko lonjakan inflasi global.
