Comscore Tracker
MARKET

Bearish adalah: Pengertian dan Indikatornya

Moving average adalah salah satu indikator analisis teknik.

Bearish adalah: Pengertian dan IndikatornyaIlustrasi Bursa Saham. (ShutterStock/Frame China)

by Tubagus Imam Satrio

Bearish adalah kondisi ketika pasar mengalami penurunan secara keseluruhan. Pada dasarnya dunia investasi saham sangat luas jangkauannya, tidak melulu jual-beli saham, melihat tingkat harga hingga keadaan kurs hari ini. Pengertian bearish yang akan dibahas kali ini menjadi salah satu istilah ketika Anda sudah memasuki dunia pasar saham, yang bagi pemula mungkin sangat asing.

Beberapa indikator dan pengertian Bearish di pasar saham yang sering menjadi ancaman

Kondisi bearish pada pasar saham adalah ketika indeks harga saham secara keseluruhan turun. Investor sering kali menggunakan istilah tersebut untuk meramalkan atau mengasumsikan penurunan harga saham. 

Fenomena tersebut sering terjadi di pasar saham dan disebabkan adanya reaksi berlebihan dari investor yang akhirnya menjual sahamnya karena terancam mengalami penurunan. Namun, hal tersebut dapat diatasi dengan menggunakan indikator dan berikut beberapa di antaranya:

1. Mengetahuinya dengan menggunakan Moving Average

Moving average sendiri merupakan salah satu indikator penggunaan metode analisis teknikal. Ternyata hal itu menjadi salah satu cara paling populer untuk mempelajari tren pasar, yaitu dengan menggunakan rata-rata pergerakan. Dengan indikator tersebut, Anda bisa mengetahui pergerakan pasar.

Grafik yang akan dihasilkan dari rata-rata pergerakan tersebut akan ditampilkan dan menunjukkan apakah kondisi pasar sedang bullish atau bearish. Jika hasilnya berada di bawah grafik, maka pasarnya memang sedang berada dalam kondisi bearish sehingga investor bisa menghadapinya dengan tenang.

2. Menggunakan Candlestick yang dikenal ampuh sebagai indikator Bearish

Kondisi bullish dan bearish bisa Anda ketahui dengan menggunakan candlestick, yang merupakan salah satu grafik yang biasanya digunakan trader sebagai tolok ukur ketika mengambil keputusan berinvestasi. Candlestick menunjukkan harga tertinggi, terendah, pembukaan dan penutupan suatu saham.

Cara kerjanya, jika Anda melihat candle berwarna biru, ada kemungkinan pasar sedang naik. Lalu sebagai trader atau investor coba bandingkan dengan grafik rata-rata bergerak apakah di atas atau bawah. Dari situ bisa diketahui bagaimana kondisi pasar sebenarnya, bearish atau bullish.

3. Membandingkannya dengan IHSG (Indek Harga Saham Gabungan)

Indikator terakhir untuk mengetahui keadaan bearish adalah membandingkan dengan IHSG. Sebagai investor Anda harus tahu apakah pergerakan persediaan sejalan bersama Indek Harga Saham Gabungan atau tidak. Hal tersebut juga menjadi salah satu poin penting dalam bermain di pasar saham.

Namun, pada dasarnya indikator ketiga ini tidak bisa digunakan begitu saja. Pasalnya, investor harus melakukan analisis teknis atau fundamental ke investasi atau transaksi yang dilakukan sendiri sehingga lebih mudah menemukan kondisi bearish atau tidaknya.

Cara terbaik dalam menghadapi Bearish selain menjual saham

Keadaan bearish sangat wajar terjadi di permainan pasar saham, meskipun memang investor tidak pernah menginginkannya. Kondisi tersebut seperti bencana alam yang terjadi karena faktor alamiah, sehingga tidak dapat dihindarkan. Anda hanya bisa mengatasinya, dan berikut caranya:

1. Memilih Saham Defensif

Seperti yang sudah dijelaskan, bearish tidak bisa dihindarkan karena memang sudah kondisi alam pada dunia pasar saham. Salah satu cara menghadapinya adalah dengan memilih saham defensif. Jadi, dalam investasi uang di pasar saham, ada beberapa kunci harus diperhatikan.

Kunci tersebut adalah memilih saham dengan fundamental baik, yaitu laba bersih, pendapatan dan pertumbuhan ekuitas, margin of safety (MOS) 50% dan harganya diremehkan. Ketiga kunci tersebut harus Anda pegang untuk menghadapi kondisi bearish sebagai investor.

2. Membatasi Portofolio menjadi Beberapa Emiten

Cara selanjutnya adalah membatasi portofolio menjadi hanya lima hingga delapan emiten. Banyak sekali investor yang mempunyai lebih dari 8 dan biasanya mereka menabung dalam jumlah sangat besar. Sayangnya hal tersebut tidak boleh dilakukan ketika kondisi pasar sedang bearish.

Oleh sebab itulah cara menghadapinya membatasi portofolio menjadi di bawah delapan emiten. Mempunyai lebih sedikit perusahaan pemegang saham akan membantu investor dalam berkonsentrasi mengelola portofolio yang ada. Hal tersebut akhirnya bisa mengurangi tingkat terjadinya bearish.

3. Jangan Melakukan Belanja Berlebihan

Saat pasar bearish, tentunya harga saham akan turun drastis. Oleh sebab itu, Anda sebagai investor harus menyediakan uang tunai untuk membeli saham. Nah, di sinilah letak kesalahannya. Terkadang anggaran dihabiskan tanpa sisa. Jangan lakukan itu. Sebaiknya, sisakan anggarannya.

Hal tersebut karena ketika bearish, nilai saham turun. Jika semua anggaran dibelanjakan, ujungnya adalah rugi besar. Usahakan untuk tetap menyisihkannya guna berjaga-jaga, tidak perlu banyak cukup 30-40% saja sehingga investor masih bisa bernafas lega.

4. Lakukanlah Money Management yang Baik

Sisa anggaran di atas 30-40 persen merupakan cadangan dan sewaktu-waktu bisa digunakan jika saham benar-benar memburuk. Strateginya, lakukanlah dengan cara bertahap dan perlahan. Tindakan tersebut disebut sebagai pengelolaan uang yang baik.

Jangankan saat beinvestasi, pendapatan Anda hidup di dunia ini saja jika dikelola dengan baik pasti mempunyai banyak cadangan untuk keperluan mendadak. Pengelolaan uang sangat penting untuk menghadapi kondisi bearish.

5. Tidak Perlu Panik Lakukan Hal Terbaik

Cara terakhir ketika pasar sedang mengalami bearish, tentu saja jangan panik. Karena, seperti sudah dibahas, kepanikan tersebut akan menghasilkan dampak buruk. Berusaha tetap tenang adalah tindakan terbaik. Coba dulu untuk mencocokan dengan indikator, apakah benar bearish atau bullish.

Meskipun dianggap sebagai sandungan yang sangat mengkhawatirkan melihat dari pengertian bearish, pada dasarnya hal itu sudah selayaknya terjadi di pasar saham. Tidak harus menjual semua saham, hanya perlu melakukan poin-poin di atas terlebih dahulu.

Related Topics

Related Articles