Jakarta, FORTUNE - Ledakan nilai aset digital dalam lebih dari satu dekade terakhir telah melahirkan kelompok orang superkaya baru. Namun, jumlah pemilik kekayaan kripto yang berhasil menembus level miliarder ternyata masih sangat terbatas.
Henley & Partners memperkirakan hanya ada 23 miliarder kripto di dunia per 31 Agustus 2026. Dari jumlah tersebut, sekitar sembilan orang diperkirakan memiliki kekayaan minimal US$1 miliar yang berasal dari Bitcoin. Hal itu diungkap dalam Crypto Wealth Report 2026 yang diterbitkan Henley & Partners pada 8 September 2026. Billionaires Africa juga melaporkan jumlah yang sama dengan mengacu pada laporan tersebut.
Posisi miliarder merupakan lapisan teratas dari distribusi kekayaan kripto global. Di bawahnya terdapat sekitar 290 individu dengan aset kripto sedikitnya US$100 juta. Sebanyak 151 di antaranya diperkirakan memiliki kekayaan pada tingkat tersebut dari Bitcoin.
Sementara itu, jumlah pemilik aset kripto dengan kekayaan sedikitnya US$1 juta mencapai 135.694 orang. Dari jumlah tersebut, 92.272 merupakan Bitcoin millionaire, yakni individu yang diperkirakan memiliki Bitcoin senilai minimal US$1 juta.
Henley & Partners menggunakan data blockchain publik dan harga pasar untuk menghitung kekayaan tersebut. Dalam metodologinya, perusahaan melakukan sejumlah penyesuaian untuk membedakan alamat blockchain milik individu dengan alamat yang digunakan bursa, institusi, maupun kustodian. Karena itu, angka 23 miliarder merupakan estimasi dengan kisaran 17 hingga 34 orang, bukan penghitungan langsung seluruh individu pemilik aset kripto.
Di tengah fluktuasi pasar, Bitcoin tetap menjadi bagian terbesar dari kekayaan yang tercipta di pasar aset digital. Henley & Partners mencatat nilai pasar seluruh kripto mencapai sekitar US$2,62 triliun per 31 Agustus 2026. Dari jumlah tersebut, sekitar US$1,56 triliun berasal dari Bitcoin.
Harga Bitcoin pada periode tersebut berada sekitar 38 persen di bawah rekor yang dicapai pada Oktober 2025. Meski terkoreksi, penurunan itu masih lebih kecil dibandingkan koreksi setelah sejumlah siklus puncak sebelumnya. Setelah mencapai titik tertinggi pada 2011, 2013, 2017, dan 2021, Bitcoin sempat mengalami penurunan lebih dari 75 persen.
Basis kepemilikan aset digital juga jauh lebih besar dibandingkan kelompok pemilik kekayaan tinggi. Henley memperkirakan sekitar 742 juta orang memiliki aset digital dalam jumlah tertentu, termasuk 371 juta pemilik Bitcoin.
Artinya, jumlah pengguna aset digital telah berkembang jauh melampaui kelompok pemilik kekayaan besar. Laporan tersebut menunjukkan kepemilikan kripto tetap meluas meskipun nilai pasar mengalami tekanan.
