Jakarta, FORTUNE - Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) melaporkan penemuan 13 sumur baru minyak dan gas di kawasan transmigrasi Samboja, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.
Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto menjelaskan bahwa hasil kajian menunjukkan lahan transmigrasi dapat dimanfaatkan untuk kegiatan eksplorasi hulu migas tanpa mengganggu aktivitas masyarakat.
"Secara teknis, pengeboran bisa dilakukan secara miring, meski di atasnya terdapat permukiman, sawah, atau kebun," ujarnya dalam keterangan resmi, Jumat (8/5).
Djoko mengatakan, kegiatan pengeboran dijadwalkan akan dimulai bulan depan. Potensi yang teridentifikasi mencapai 11,64 MMSCF untuk gas dan 0,96 BOPD untuk minyak, di luar sumur masyarakat. Adalun, pengelolaannya akan diserahkan ke Pertamina OSES.
Direktur Utama Pertamina Hulu Indonesia, Sunaryanto, mengungkapkan temuan sumur ini akan membawa keuntungan yang signifikan.
"Nilai ekonomi proyek ini diperkirakan mencapai Rp2,5 triliun, dengan kontribusi sekitar Rp1,1 triliun dari minyak dan Rp1,5 triliun dari gas," ujarnya.
Menteri Transmigrasi, Iftitah Sulaiman Suryanagara menambahkan, eksplorasi dan pengelolaan potensi migas ini diharapkan menciptakan efek berganda, mulai dari pembangunan infrastruktur, penciptaan lapangan kerja, hingga tumbuhnya usaha kecil di sekitar wilayah transmigrasi.
SKK Migas dan Kementerian Transmigrasi menandatangani nota kesepahaman untuk memperkuat sinergi dalam mendukung kegiatan usaha hulu minyak dan gas bumi di kawasan transmigrasi dan area Hak Pengelolaan Lahan (HPL) transmigrasi.
"Transmigrasi kini bertransformasi menjadi pusat ekonomi. Salah satunya melalui pengembangan sektor minyak dan gas di kawasan Samboja," ujar Iftitah.
Kementerian Transmigrasi dan SKK Migas juga sepakat melakukan studi bersama terkait pemanfaatan HPL transmigrasi guna memastikan hasil yang optimal, termasuk peningkatan penerimaan negara bukan pajak (PNBP).
