Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
Install
For
You

Liburan di Rumah Makin Diminati Keluarga Indonesia, Ini Alasannya

Liburan di Rumah Makin Diminati Keluarga Indonesia, Ini Alasannya
ilustrasi keluarga menikmati waktu di rumah (freepik.com/tirachardz)
Intinya Sih
  • Tekanan ekonomi dan naiknya biaya hidup membuat banyak keluarga Indonesia memilih liburan di rumah daripada bepergian ke luar kota atau destinasi wisata.
  • Data BPS menunjukkan jumlah penduduk kelas menengah menurun signifikan sejak 2019, mendorong perubahan perilaku konsumsi termasuk dalam pengeluaran untuk rekreasi.
  • Blibli menyesuaikan strategi dengan menghadirkan promo Blibli Pay Day yang fokus pada produk hiburan rumah, olahraga, dan digital guna mendukung tren liburan keluarga di rumah.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Jakarta, FORTUNE — Di tengah tekanan ekonomi yang membuat banyak keluarga kelas menengah lebih berhati-hati mengelola pengeluaran, pola liburan masyarakat Indonesia mulai berubah. Alih-alih bepergian ke destinasi wisata atau luar kota, semakin banyak keluarga memilih menghabiskan masa libur sekolah di rumah bersama anggota keluarga.

Perubahan perilaku ini terjadi seiring meningkatnya upaya rumah tangga untuk menyesuaikan pengeluaran di tengah biaya hidup yang terus naik. Sejumlah data menunjukkan kelompok kelas menengah kini lebih selektif dalam membelanjakan uangnya, termasuk untuk kebutuhan rekreasi.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah penduduk kelas menengah di Indonesia menyusut dari sekitar 57,33 juta orang pada 2019 menjadi 47,85 juta pada 2024, lalu kembali turun menjadi sekitar 46,7 juta pada 2025. Di saat yang sama, berbagai kebutuhan rumah tangga seperti pangan, pendidikan, kesehatan, transportasi, dan perumahan terus mengalami kenaikan biaya.

Kondisi tersebut mendorong banyak keluarga mengubah cara menikmati waktu liburan. Rumah kini menjadi pusat berbagai aktivitas keluarga, mulai dari menonton pertandingan FIFA World Cup 2026 bersama, berolahraga ringan, hingga menjalankan beragam kegiatan hobi dan kreativitas yang selama ini tertunda.

Head of Campaign Blibli, Indra Perdana, menilai masyarakat kini tidak lagi memandang liburan semata sebagai perjalanan ke suatu tempat, melainkan sebagai kesempatan untuk membangun kedekatan dengan keluarga. "Kami melihat bahwa momen liburan bukan lagi sekadar soal destinasi, melainkan soal kedekatan dan kualitas waktu yang dihabiskan bersama orang tersayang," ujar Indra dalam keterangan resmi, Kamis (25/6).

Menurutnya, tren tersebut membuat kebutuhan keluarga selama masa liburan ikut bergeser. Permintaan terhadap perangkat hiburan rumah, perlengkapan olahraga, perlengkapan hobi, hingga perangkat digital pendukung aktivitas keluarga cenderung meningkat.

Salah satu aktivitas yang diperkirakan banyak dilakukan selama libur sekolah tahun ini adalah menyaksikan FIFA World Cup 2026 bersama keluarga di rumah. Selain itu, aktivitas kebugaran seperti jogging, bersepeda, dan olahraga ringan lainnya juga menjadi pilihan untuk mengisi waktu luang.

Perkembangan teknologi turut memengaruhi cara masyarakat menikmati liburan. Aktivitas mengabadikan momen keluarga, mengakses layanan hiburan digital, hingga berbagi pengalaman melalui media sosial kini menjadi bagian dari keseharian selama masa libur.

Perubahan pola konsumsi tersebut dimanfaatkan Blibli dengan menyesuaikan strategi untuk tetap menjaga belanja masyarakat. Salah satunya dilakukan Blibli melalui program promosi Blibli Pay Day yang berlangsung pada 25–27 Juni 2026. Program tersebut menawarkan berbagai insentif, mulai dari potongan harga tambahan hingga Rp700 ribu, promo pembelian beberapa produk sekaligus, gratis ongkos kirim, jaminan keaslian produk, perlindungan produk, hingga kemudahan pengembalian barang.

Indra menambahkan, penawaran tersebut difokuskan pada kategori yang relevan dengan aktivitas keluarga di rumah, seperti perangkat elektronik, perlengkapan olahraga, dan produk digital. Pihaknya berharap, di tengah ketidakpastian ekonomi, keluarga Indonesia tidak sepenuhnya menghentikan konsumsi. Namun, mereka cenderung mengalihkan pengeluaran ke aktivitas yang dinilai lebih terjangkau dan mampu menghadirkan kualitas kebersamaan, menjadikan liburan di rumah sebagai alternatif yang semakin diminati.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Pingit Aria
EditorPingit Aria

Related Articles

See More