Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
Install
For
You

Pemerintah Bantah Soal Relokasi Pabrik Asal Jepang ke Vietnam

Pemerintah Bantah Soal Relokasi Pabrik Asal Jepang ke Vietnam
Juru bicara Kementerian Perindustrian (Kemenperin), Febri Hendri Antoni Arif, di sela kegiatan peringatan HUT ke-78 RI yang diadakan di kantor pusat Kemenperin, Sabtu (12/4). (Dok. Istimewa)
Intinya Sih
Sisi Positif
  • Kemenperin menegaskan dua pabrik komponen otomotif asal Jepang di Jawa Timur tidak melakukan relokasi ke Vietnam dan tetap beroperasi normal tanpa PHK.
  • Hasil penelusuran ILMATE menunjukkan aktivitas produksi PT JAI dan PT SAI berjalan lancar, dengan laporan industri disampaikan rutin melalui SIINas.
  • Pemerintah menyayangkan kabar palsu soal relokasi karena memicu keresahan pelaku usaha, padahal kedua perusahaan masih berinvestasi lebih dari Rp1,9 triliun di Indonesia.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Jakarta, FORTUNEKementerian Perindustrian (Kemenperin) membantah keras kabar burung yang menyebutkan dua perusahaan komponen otomotif bermodal Jepang memindahkan fasilitas produksinya dari Indonesia ke Vietnam. Pemerintah memastikan kedua pabrik di Jawa Timur tersebut tetap beroperasi normal dan sama sekali tidak melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap karyawannya.

Penelusuran yang dimotori oleh Direktorat Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (ILMATE) menunjukkan kondisi riil yang bertolak belakang dengan desas-desus yang beredar di masyarakat.

Juru Bicara Kemenperin, Febri Hendri Antoni Arief, menegaskan roda produksi di kedua entitas tersebut masih berputar sebagaimana mestinya.

“Berdasarkan hasil penelusuran, sementara kami menyimpulkan belum ada rencana relokasi fasilitas produksi PT JAI dan PT SAI dari Indonesia ke Vietnam. Selain itu, tidak ada pengurangan tenaga kerja ataupun PHK pada kedua perusahaan tersebut,” ujar Febri dalam keterangannya, dikutip Rabu (23/6).

Data resmi Kemenperin menunjukkan PT JAI yang berbasis di Kabupaten Pasuruan, serta PT SAI di Kabupaten Mojokerto, aktif menjalankan kegiatan industri. Kedua penanam modal asing ini juga dinilai patuh dalam menyampaikan laporan berkala melalui Sistem Informasi Industri Nasional (SIINas).

Pihak manajemen kedua perusahaan telah memberikan konfirmasi resmi bahwa jalannya aktivitas pabrik tidak mengalami distorsi.

Kendati kondisi di lantai pabrik berjalan aman, Kemenperin menyayangkan sirkulasi informasi sepihak yang telanjur meluas. Kabar miring ini menimbulkan sentimen negatif yang mengusik ketenangan dunia usaha. Sejumlah buyer (pembeli) serta mitra pemasok dilaporkan mulai mempertanyakan komitmen jangka panjang terkait kontrak-kontrak kerja sama yang sedang berjalan.

“Pemberitaan yang masif terkait relokasi dan PHK pada dua industri di Jawa Timur telah berdampak terhadap rantai pasok industri otomotif dan iklim investasi manufaktur Indonesia, khususnya bagi dua perusahaan ini,” kata Febri.

Padahal, jika menilik komitmen finansialnya, kedua korporasi ini memiliki jangkar investasi yang sangat dalam di Tanah Air, dengan total nilai menembus lebih dari Rp1,9 triliun. Angka makro ini menjadi bukti sahih komitmen jangka panjang mereka memperkuat struktur manufaktur nasional.

Kekuatan operasional keduanya pun tergolong prima sepanjang awal tahun ini. Pada triwulan I-2026, PT SAI mengapalkan produksi sekitar 1,2 juta unit komponen. Sementara itu, PT JAI menorehkan catatan produksi sekitar 1,6 juta unit komponen.

Seluruh hasil produksi dari pabrik di Jawa Timur ini dialokasikan penuh untuk pasar mancanegara.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Bonardo Maulana
EditorBonardo Maulana

Related Articles

See More