FORTUNE Indonesia 100: Seratus perusahaan terbesar di Indonesia 2026

- Ambang masuk Fortune Indonesia 100 2026 naik menjadi Rp12,31 triliun berdasarkan pendapatan fiskal 2025, hampir 46 persen lebih tinggi dibanding edisi perdana berbasis kinerja 2021.
- Total pendapatan 100 perusahaan mencapai Rp6.224,01 triliun, setara 26,1 persen PDB nominal Indonesia 2025; 66 persen perusahaan tumbuh pendapatannya, tetapi hanya 49 membukukan kenaikan laba bersih.
- BRI untuk pertama kali menempati peringkat ketiga pendapatan, menyalip Astra; tiga laba bersih terbesar berasal dari BCA, BRI, dan Bank Mandiri.
Jakarta, FORTUNE – Menjadi salah satu dari 100 perusahaan terbesar di Indonesia kini membutuhkan skala bisnis yang jauh lebih besar. Pada edisi kelima Fortune Indonesia 100, perusahaan harus membukukan pendapatan sedikitnya Rp12,31 triliun berdasarkan kinerja tahun fiskal 2025 untuk dapat masuk ke dalam daftar.
Angka tersebut menunjukkan semakin tingginya standar untuk menjadi bagian dari Fortune Indonesia 100. Pada edisi perdana yang menggunakan kinerja 2021, ambang batasnya berada di level Rp8,41 triliun. Artinya, dalam empat tahun, “tiket masuk” Fortune Indonesia 100 meningkat hampir 46 persen, atau tumbuh sekitar 10 persen per tahun secara compound annual growth rate (CAGR).
Data Fortune Indonesia menunjukkan, dari 100 perusahaan yang masuk dalam daftar tahun ini, sekitar 66 persen berhasil mencatatkan pertumbuhan pendapatan. Namun, ketika melihat bottom line, hanya 49 perusahaan yang berhasil mencatatkan pertumbuhan laba bersih, sementara 51 perusahaan lainnya mengalami penurunan laba bersih. “Pertumbuhan topline belum otomatis diterjemahkan menjadi pertumbuhan laba,” kata Hendra Soeprajitno, Editor-in-Chief Fortune Indonesia, (12/8).
Setara 26,1 persen PDB
Secara keseluruhan, total pendapatan 100 perusahaan dalam Fortune Indonesia 100 tahun ini mencapai Rp6.224,01 triliun. Jika dibandingkan dengan PDB nominal Indonesia 2025 sebesar Rp23.821,1 triliun berdasarkan data Badan Pusat Statistik, total pendapatan Fortune Indonesia 100 setara dengan sekitar 26,1 persen dari PDB nasional.
Di tengah angka-angka tersebut, terdapat perubahan penting di jajaran teratas.
Empat perusahaan yang selama empat tahun terakhir selalu mengisi posisi empat besar—Pertamina (Persero), Perusahaan Listrik Negara (Persero), Astra International, dan Bank Rakyat Indonesia—akhirnya mengalami perubahan susunan.
Bank Rakyat Indonesia (BBRI) menyalip Astra International (ASII) dan menempati posisi ketiga berdasarkan pendapatan 2025, untuk pertama kalinya.
“Perubahan tersebut menunjukkan bahwa bahkan di antara perusahaan-perusahaan dengan skala terbesar sekalipun, posisi di puncak bukanlah sesuatu yang permanen,” kata Hendra.
Fakta menarik Fortune Indonesia 100 2026
1. Minimal pendapatan untuk masuk dalam daftar Fortune Indonesia 100 adalah Rp12,31 triliun, naik 7,85 persen dibandingkan tahun lalu.
2. Secara keseluruhan, total pendapatan 100 perusahaan dalam Fortune Indonesia 100 tahun ini mencapai Rp6.224,01 triliun—setara 26,1 persen PDB nominal Indonesia.
3. Tiga perusahaan dengan laba bersih terbesar berasal dari dunia perbankan: Bank Central Asia (Rp57.537,29 miliar), Bank Rakyat Indonesia (Rp56.652,38 miliar), dan Bank Mandiri (Rp56.293,95 miliar).
4. Meski jumlah BUMN yang masuk dalam daftar Fortune Indonesia 100 hanya 19 entitas, pendapatan mereka setara 50,32 persen dari total pendapatan Fortune Indonesia 100.
Informasi peringkat Fortune Indonesia bisa Anda lihat pada: https://ranking.fortuneidn.com/fortune-indonesia-100


















