Akhirnya Kapal Pertamina Bisa Melalui Selat Hormuz

- Kapal tanker Gamsunoro milik Pertamina International Shipping berhasil melintasi Selat Hormuz setelah tertahan sejak awal Maret 2026 akibat konflik antara Amerika Serikat dan Iran.
- Pelayaran dilakukan setelah penilaian risiko ketat serta koordinasi intensif dengan Kementerian Luar Negeri dan Kedutaan Besar RI di Tehran untuk memastikan keamanan dan keselamatan kru.
- Keberhasilan ini menandai pulihnya aktivitas pelayaran di Selat Hormuz, yang turut menekan harga minyak dunia karena pasar memperkirakan pasokan dari Timur Tengah kembali lancar.
Jakarta, FORTUNE - PT Pertamina International Shipping (PIS) memastikan kapal tanker Gamsunoro berhasil melintasi Selat Hormuz setelah sempat tertahan di kawasan Teluk Persia sejak awal Maret 2026 akibat memanasnya konflik antara Amerika Serikat dan Iran.
Gamsunoro melewati titik kritis Selat Hormuz pada Rabu (25/6) pukul 20.00 WIB setelah menjalani pelayaran selama sekitar 16 jam. Perjalanan dimulai dari Teluk Arab pada pukul 01.06 waktu Dubai atau sekitar 04.06 WIB dengan kecepatan 7,5 knot. Kapal tiba di mulut Selat Hormuz sekitar pukul 13.00 waktu setempat atau 16.00 WIB dan empat jam kemudian dinyatakan berhasil mencapai titik aman di luar jalur tersebut.
Pelaksana Tugas (Pjs.) Corporate Secretary PIS, Vega Pita, mengatakan keputusan memberangkatkan Gamsunoro baru diambil setelah perusahaan melakukan penilaian risiko secara menyeluruh selama satu bulan terakhir. Selain itu, PIS juga menjalin koordinasi intensif dengan Kementerian Luar Negeri RI serta Kedutaan Besar Republik Indonesia di Tehran.
“Pemilihan waktu dan rute melintasi Selat Hormuz telah melalui pembahasan dan penilaian risiko yang sangat ketat. Kami mencatat puluhan persyaratan yang harus dipenuhi kapal, mulai dari asuransi, aspek teknis dan operasional, keamanan, hingga kesiapan kru, sehingga diputuskan kapal dapat mulai bergerak dari Teluk Arab,” ujar Vega dalam keterangan resminya, Kamis (25/6).
Menurut Vega, seluruh proses pelayaran dipantau selama 24 jam penuh. Awak kapal di laut terus berkoordinasi dengan tim darat yang bersiaga di crisis center PIS demi memastikan seluruh prosedur keselamatan berjalan sesuai rencana.
PIS juga berkoordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan dan otoritas terkait guna memantau perkembangan situasi secara real time.
Keberhasilan Gamsunoro melintasi Selat Hormuz dinilai menjadi bagian dari upaya perusahaan menjaga kesinambungan operasional di tengah dinamika geopolitik yang sempat memicu kekhawatiran terhadap gangguan pasokan minyak global.
Sementara itu, armada PIS lainnya yang berada di kawasan Teluk Arab, yakni kapal Very Large Crude Carrier (VLCC) Pertamina Pride, masih dalam tahap persiapan untuk bergerak. Perusahaan menyatakan keputusan keberangkatan akan mempertimbangkan perkembangan situasi keamanan, kepadatan lalu lintas pelayaran, serta rekomendasi internasional terkait mitigasi risiko.
Mulai pulihnya aktivitas pelayaran melalui Selat Hormuz turut memengaruhi pergerakan harga minyak dunia. Laporan Reuters, Kamis (25/6), menunjukkan harga minyak melanjutkan tren penurunan karena pasar memperkirakan pasokan dari Timur Tengah akan kembali meningkat setelah kekhawatiran gangguan distribusi mereda.
Kontrak berjangka minyak mentah Brent untuk pengiriman Agustus turun US$1,06 atau 1,44 persen menjadi US$72,68 per barel. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) Amerika Serikat melemah 76 sen atau 1,08 persen ke level US$69,58 per barel.
Analis Macquarie memperkirakan harga minyak akan kembali mendekati level sebelum pecahnya konflik Iran seiring adaptasi rantai pasok global dan pembukaan kembali akses melalui Selat Hormuz. Mereka memproyeksikan harga rata-rata Brent dan WTI pada kuartal III masing-masing berkisar US$67 dan US$62 per barel, lebih rendah dibandingkan rata-rata kuartal II yang mencapai US$94 dan US$87 per barel.

















