Jakarta, FORTUNE - Pelaku industri kini menghadapi tantangan operasional yang semakin kompleks seiring ketidakstabilan pasokan energi dan tekanan terhadap infrastruktur kelistrikan.
Dalam beberapa tahun terakhir, Indonesia mengalami sejumlah gangguan listrik berskala besar. Selain itu masih terdapat berbagai area yang belum terjangkau secara optimal oleh jaringan listrik utama.
Bagi sektor industri, situasi tersebut berpotensi memicu kerugian finansial yang signifikan akibat terhambatnya proses produksi maupun distribusi.
Managing Director Xurya, Eka Himawan, mengatakan bahwa kondisi ini mendorong pergeseran pelaku industri terhadap energi. Para perusahaan pun mulai mencari sumber energi yang lebih fleksibel guna menjaga keberlangsungan operasional bisnis. Tren ini yang ditangkap oleh perusahaan energi surya nasional.
"Akhir-akhir ini, minat klien kami terhadap PLTS tidak hanya terfokus pada nilai komersial energi yang dihasilkan. PLTS kini juga dipandang sebagai salah satu solusi yang dapat membantu industri membangun sistem energi yang lebih fleksibel dan selaras dengan strategi keberlanjutan bisnis mereka," katanya, Jumat (29/5).
Hingga akhir 2025, Xurya telah membangun lebih dari 300 PLTS, menyusul besarnya kebutuhan energi di setiap sektor industri.
Pemanfaatan PLTS dinilai mampu membantu perusahaan meminimalkan risiko akibat gangguan pasokan listrik. Selama masih tersedia sinar matahari, PLTS dapat membantu menjaga keberlangsungan operasional, terutama di lokasi yang mengalami keterbatasan akses energi.
Dengan demikian, jika terjadi kondisi darurat atau ketika gangguan listrik berlangsung cukup lama, keberadaan PLTS juga dinilai penting untuk mendukung keselamatan tim operasional di lapangan dengan memastikan pasokan energi tetap tersedia hingga bantuan datang.
Selain tu, PLTS turut menjadi bagian dari strategi keberlanjutan perusahaan dalam menghadapi gejolak harga energi dan ketergantungan terhadap bahan bakar fosil. Tren tersebut mulai terlihat semakin kuat di Indonesia. Hingga Desember 2025, kapasitas terpasang energi surya nasional tercatat mencapai 1.494 MW, menunjukkan pertumbuhan pemanfaatan energi surya yang semakin signifikan di berbagai sektor industri dan komersial.
Ia juga menyebut bahwa terdapat berbagai faktor lain yang mendorong adopsi PLTS di kalangan perusahaan klien Xurya. Misalnya, perusahaan berorientasi ekspor mulai memanfaatkan PLTS sebagai bagian dari upaya memperoleh sertifikasi atau label hijau untuk produknya.
