Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
Alasan Sistem Tol Nirsentuh Belum Diimplementasikan Pemerintah
Lalu lintas di ruas tol Semarang Batang. (Dok. Pemkab Batang)
  • Pemerintah menjelaskan sistem tol nirsentuh MLFF masih dalam tahap pra-uji coba untuk memastikan kesiapan teknologi sebelum diuji secara luas kepada masyarakat.
  • Tantangan utama implementasi MLFF meliputi kesiapan pengguna, literasi digital yang belum merata, serta perlunya sosialisasi agar masyarakat dapat beradaptasi dengan sistem baru.
  • Pemerintah bersama Roatex dan PT RITS terus menyelaraskan aspek regulasi, keamanan data, dan operasional guna memastikan integrasi ekosistem berjalan lancar sebelum penerapan nasional.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, FORTUNE - Pemerintah mengungkap alasan di balik belum diterapkannya sistem transaksi tol nirsentuh atau Multi Lane Free Flow (MLFF), meski proyek ini telah bergulir sejak 2021 dan beberapa kali mengalami penundaan.

Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT), Wilan Oktavian, mengatakan saat ini MLFF masih berada pada tahap awal, yakni pra-uji coba yang mencakup functional test. Artinya, sistem tersebut belum siap diuji secara luas kepada masyarakat.

“Implementasi MLFF tidak bisa hanya dilihat sebagai penerapan teknologi, tetapi merupakan transformasi sistem secara menyeluruh. Karena itu, setiap tahapan harus dilakukan secara hati-hati agar sistem berjalan optimal dan tidak menimbulkan risiko di lapangan,” kata Wilan dalam keterangannya, Jumat (17/4).

Menurutnya, tahapan pra-uji coba ini penting untuk memastikan kesiapan sistem sebelum masuk ke fase uji coba yang lebih luas dan evaluasi komprehensif. Pemerintah tidak ingin terburu-buru mengingat kompleksitas perubahan dari sistem transaksi berbasis gerbang menjadi nirsentuh sepenuhnya.

Salah satu tantangan utama yang dihadapi adalah kesiapan pengguna. Meski tingkat penetrasi smartphone di Indonesia cukup tinggi, pemerintah menilai literasi digital masyarakat belum merata. Selain itu, kepatuhan pengguna terhadap sistem baru juga menjadi faktor penting.

“Adopsi sistem baru membutuhkan kesiapan perilaku. Oleh karena itu, perlu disiapkan proses adaptasi dan sosialisasi agar masyarakat dapat menggunakan sistem ini dengan baik,” kata Wilan.

Tak hanya dari sisi pengguna, kesiapan ekosistem juga menjadi perhatian serius. Pemerintah saat ini masih memperkuat koordinasi dengan berbagai pihak, termasuk badan usaha pelaksana MLFF, guna memastikan integrasi sistem berjalan mulus. Aspek lain seperti regulasi, keamanan data, hingga dukungan operasional juga masih dalam tahap penyelarasan.

Proyek MLFF melibatkan perusahaan asal Hungaria, Roatex Ltd. Zrt, yang ditunjuk sebagai pemrakarsa sekaligus pemenang lelang kerja sama pemerintah dan badan usaha. Untuk menjalankan proyek ini di Indonesia, dibentuk PT Roatex Indonesia Toll System (RITS), yang saat ini masih melakukan negosiasi intensif dengan pemerintah, termasuk dengan BPJT.

Sebagai catatan, uji coba terbatas MLFF pernah dilakukan di Tol Bali Mandara pada akhir Desember 2023. Namun hingga kini, belum ada kejelasan lanjutan terkait implementasi secara nasional.

Pemerintah menegaskan keberhasilan MLFF sangat bergantung pada tiga pilar utama: kesiapan teknologi, kesiapan pengguna, dan kesiapan ekosistem. Oleh karena itu, implementasi dilakukan secara bertahap demi meminimalkan risiko dan memastikan manfaat optimal bagi masyarakat.

 

Editorial Team