Comscore Tracker
NEWS

Presidensi G20, Indonesia Fokus pada Pemulihan Ekonomi

Ekonomi internet Indonesia diprediksi US$ 124 miliar di 2025

Presidensi G20, Indonesia Fokus pada Pemulihan EkonomiDirjen Aptika Kementerian Kominfo, Semuel A. Pangerapan/Dok. Kominfo

by Desy Yuliastuti

Jakarta, FORTUNE - Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) RI, Semuel Abrijani Pangerapan, mengatakan pemerintah Indonesia dalam Presidensi G20 2022, memfokuskan pada pemulihan pertumbuhan ekonomi dengan pembangunan berkelanjutan.

"Presidensi G20 Indonesia telah mengumumkan tema besarnya, yakni 'Recover Together, Recover Stronger’," kata Dirjen Semuel dalam keterangan resminya, dikutip ANTARA pada Rabu (13/10).

"Tujuan kami adalah untuk mengatasi dampak pandemi dan mendapatkan kepercayaan global. Tidak hanya akan pulih, tetapi G20 akan kembali lebih kuat dengan mendukung produktivitas, menciptakan stabilitas ekonomi dan pertumbuhan inklusif berkelanjutan," katanya.

Akselerasi digital dalam pemulihan ekonomi

Pemerintah Indonesia juga meyakini ekosistem digital penting dalam mengakselerasi pemulihan ekonomi yang lebih kuat.

Oleh karena itu, Dirjen Aptika Kementerian Kominfo menyatakan Indonesia berkomitmen memberdayakan bisnis digital dan menciptakan masyarakat digital untuk menghasilkan ekosistem digital yang menyeluruh.

"Komitmen G20 dalam mempromosikan ekonomi digital global akan ditingkatkan dengan merangkul potensi startup," kata Semuel.

"Kita harus mendukung startup yang sedang berkembang dengan menyediakan platform bagi mereka untuk mengembangkan bisnis dan go global," ujarnya, menambahkan.

Pembangunan ekosistem itu mencakup pengembangan jaringan yang memungkinkan pelaku inovasi, perusahaan investor teknologi pemula, dan pemerintah membangun kemitraan. Jaringan Inovasi Digital G20, kelanjutan dari Innovation League G20, hadir untuk mewujudkan upaya tersebut. Hal itu juga dilatari pengalaman Indonesia dalam mengembangkan ekosistem ekonomi digital di Tanah Air.

Menurutnya, Indonesia menjadi salah satu negara yang menggunakan media sosial paling aktif di dunia. Sekitar 39 persen penduduk merupakan pengguna internet di Asia Tenggara, sementara pertumbuhan ekonomi internet Indonesia diperkirakan akan mencapai 11 persen year-on-year.

"Sebagai negara yang memiliki 202,6 juta pengguna internet dan 170 juta pengguna aktif media sosial, Indonesia memiliki startup teknologi bernilai miliaran dolar di Asia Tenggara," kata Semuel.

"Negara peringkat nomor 5 dalam jumlah startup tertinggi di dunia. Dengan ekosistem startup yang tumbuh pesat, ekonomi internet Indonesia diprediksi mencapai US$ 124 miliar pada tahun 2025," katanya.

Ekonomi Indonesia tetap tangguh di masa pandemi

Dirjen Semuel menyatakan, selama pandemi Covid-19, ekonomi internet Indonesia tetap tangguh. Bahkan, dalam menghadapi perlambatan global.

"Selama masa-masa sulit ini, sektor e-commerce tetap menjadi pendorong pertumbuhan utama, meningkat sebesar US$ 11 miliar, mengimbangi kontraksi US$ 7 miliar di sektor travel," ujarnya.

Dalam 1,5 tahun terakhir Indonesia telah menyambut kehadiran tiga unicorn baru, di mana salah satunya, Ajaib, platform perdagangan saham online Indonesia.

"Dengan latar belakang tersebut, kami yakin Indonesia dapat berbagi pembelajaran berharga kepada negara-negara G20 lainnya, sekaligus berharap dapat bertukar ilmu dengan negara lain, terutama dari berbagai kawasan," katanya.

G20 Digital Innovation Network

Di tengah forum G20 di Sorento, Italia itu Pemerintah Indonesia mengajukan inisiatif G20 Digital Innovation Network. Upaya tersebut sebagai bentuk kolaborasi Presidensi G20 Italia dan Presidensi G20 Indonesia dalam membangun dan memfasilitasi inovasi digital global.

“Untuk memastikan kepatuhan terhadap standar tinggi dan dampak yang berkepanjangan dari Liga Inovasi G20 tahun ini, dengan senang hati kami mengumumkan kolaborasi antara Presidensi G20 Italia dan Presidensi G20 Indonesia dalam organisasi G20 Digital Innovation Network tahun depan,” ujarnya dalam Forum Internasional G20 Innovation League 2021 yang berlangsung virtual dari Jakarta, Minggu (10/10).

Menurutnya, Presidensi G20 Italia menyelenggarakan Liga Inovasi G20 untuk membangun dan memfasilitasi kerja sama antara pemerintah dan pelaku inovasi swasta—startup, venture capital, serta korporasi—dalam skala global.

“Kedua presidensi telah sepakat untuk melanjutkan komunikasi secara intensif guna memastikan penyelenggaraan G20 tahun depan dapat memanfaatkan key learnings dan network tahun ini,” ucapnya.

Dirjen Semuel mengapresiasi penyelenggaraan Liga Inovasi G20 yang melibatkan lebih dari seratus startup dan seratus Venture Capitals dari G20 dan negara-negara tamu. Mereka hadir bertemu secara fisik maupun daring guna saling berbagi pengalaman dan solusi inovatif dalam menghadapi tantangan global di berbagai sektor seperti Cleantech, AI, IoT and Wearables, Green and Smart, serta Mobility and Healthcare.

Related Topics

Related Articles