NEWS

Taman Safari Gelar International Animal Photo & Video Competition 2023

Taman Safari Indonesia ajak lestarikan cerita dunia satwa.

Taman Safari Gelar International Animal Photo & Video Competition 2023Macan Tutul dan Macan Kumbang hasil jepretan Aprison di IAPVC 2022/Dok. TSI
05 July 2023
Follow Fortune Indonesia untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow WhatsApp Channel & Google News

Jakarta, FORTUNE - Sebagai upaya meningkatkan kepedulian masyarakat akan pelestarian berbagai satwa di Indonesia, Taman Safari Indonesia (TSI) kembali menggelar International Animal Photo & Video Competition (IAPVC) untuk ke-32 kalinya. IAPVC 2023 mengangkat tema “Story of the Wild, Capture Through Your Lens” yang terbuka untuk diikuti oleh semua kalangan (seperti fotografer profesional, media, komunitas, dan masyarakat umum) dengan berbagai tingkat kemahiran. 

Setiap tahunnya, perhelatan IAPVC selalu membawa misi melestarikan cerita-cerita satwa di seluruh dunia yang saat ini terancam punah lewat fotografi. Direktur Pemasaran Taman Safari Indonesia, Hans Manansang, mengatakan ajang kreatif tahunan ini merupakan wujud nyata dari komitmen Taman Safari Indonesia untuk terus mendorong edukasi dunia satwa termasuk upaya konservasinya di Indonesia.

"Kami percaya siapa saja bisa memberi kontribusi positif terhadap masa depan dan keberlanjutan satwa endemik di Indonesia bahkan dunia,” ujarnya dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (4/7).

Pihaknya juga berharap melalui karya-karya yang dihasilkan, masyarakat jadi semakin terhubung dengan dunia satwa yang indah dan membangkitkan kecintaan terhadap mereka.

Dengan demikian, bersama-sama kita bisa meningkatkan upaya pelestarian dan melindungi satwa-satwa ini dari kepunahan,” katanya, menambahkan.

Selama lebih dari empat dekade, TSI berkomitmen menjalankan peran mereka sebagai destinasi wisata yang tidak hanya berfokus menyediakan edukasi dan hiburan  tentang dunia satwa, tetapi juga berkontribusi aktif dalam pelestariannya. TSI sendiri telah menampung total 8,700 satwa dari 400 spesies satwa dunia dan menyediakan fasilitas konservasi berstandar internasional. Pusat konservasi dan riset TSI pun memiliki peran penting dalam perlindungan satwa, pemulihan, penangkaran, pelepasliaran serta pengengembangan inovasi demi kelestarian mereka di Indonesia. 

Related Topics