Comscore Tracker
NEWS

Jaga Harga Di Tingkat Petani, Bulog Diminta Aktif Serap Gabah

Badan Pangan Nasional minta Bulog untuk serap gabah petani.

Jaga Harga Di Tingkat Petani, Bulog Diminta Aktif Serap GabahPetani merontokan bulir padi hasil panen raya di Desa Samahani, Kecamatan Kuta Malaka, Kabupaten Aceh Besar, Aceh, Minggu (10/4/2022). ANTARA FOTO/Ampelsa/nym.

by Eko Wahyudi

Jakarta, FORTUNE - Kepala Badan Pangan Nasional / NFA (National Food Agency), Arief Prasetyo Adi, meminta pelaku usaha, BUMN Pangan untuk bersama - sama menjaga harga Gabah Kering Panen (GKP) sebesar Rp.4.200 per kilogram.

Demikian yang disampaikan Arief saat menghadiri pertemuan dengan Persatuan Penggilingan Padi dan Pengusaha Beras Indonesia (PERPADI) wilayah Yogyakarta.

Bila mengacu pada Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 24 Tahun 2020 tentang Penetapan HPP (Harga Pembelian Pemerintah), harga GKP di tingkat petani sebesar Rp4.200 per kilogram dan di tingkat penggilingan sebesar Rp4.250 per kilogram, serta Gabah Kering Giling (GKG) di tingkat penggilingan Rp5.250 per kilogram.

Untuk harga rata-rata di tingkat petani berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) per April 2022, harga GKP mencapai Rp4.368 per kilogram. Sedangkan harga GKG menyentuh Rp5.074 per kilogram.

Menurutnya, peningkatan serapan gabah ini dapat menguatkan stok pangan nasional, membantu menjaga ketersediaan beras dan stabilitas harga serta dapat menyejahterakan petani karena produksi gabahnya telah banyak diserap dan tidak jatuh.

“Kita lihat di beberapa negara seperti India, Vietnam dan Thailand yang berencana membatasi ekspor bahan pokok, perlu penguatan stok pangan nasional dengan sistem Dynamic Stock,” katanya dalam keterangan resmi (30/5).

Ada dua skema

Menurutnya hal ini pun sudah memenuhi beberapa kajian dari instansi maupun akademisi seperti dengan Prof. Arif Satria Rektor IPB, Prof. Ali dari Universitas Gadjah Mada, Kementerian Pertanian, Kementerian Perdagangan,  Kemenko Perekonomian dan Penggiat Pangan lainnya.

Arief melanjutkan serapan gabah dapat melalui skema Cadangan Beras Pemerintah (CBP) maupun komersial.

PERPADI Yogyakarta berharap BULOG juga dapat menyalurkan beras melalui skema sosial seperti Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), penanggulangan Bencana dan skema sosial lainnya sehingga stok BULOG dapat berputar dan selalu dalam keadaan baik mutunya.

“Saya mendengar beberapa masukan dari teman - teman PERPADI, mereka berharap pemerintah dapat menjaga harga gabah petani, melalui BUMN BULOG maupun penggiat pangan lainnya. Dengan begitu pemerintah memiliki stok pangan yang kuat dan petani pun sejahtera,” ujarnya.

Bulog siap serap gabah petani

Secara terpisah, Direktur Utama BULOG Budi Waseso mengatakan komitmennya untuk siap menyerap gabah dan beras petani. Hal ini untuk mengantisipasi anjloknya harga gabah dan menjaga stabilisasi harga di tingkat petani.

Ia memastikan pangan pokok yang tidak bisa ditunda adalah komoditas beras. Karena itu, pihaknya juga menjamin pangan beras kuat dengan penguatan stok beras yang ada di gudang-gudang BULOG seluruh Indonesia dan dipastikan harganya terjangkau.

Untuk saat ini cadangan beras nasional juga telah mencapai batas aman sesuai dengan penugasan pemerintah yang diberikan pada Bulog yaitu 1–1,5 juta ton.

Related Articles