Hadiri KTT BoP, Prabowo Tegaskan Komitmen Damai untuk Palestina

KTT itu membahas masa depan Gaza dan penyaluran bantuan kemanusiaan bersama 27 negara anggota serta 22 observer.
Prabowo menegaskan komitmen Indonesia terhadap perdamaian Palestina.
Indonesia siap berperan dalam pembentukan International Stabilization Forces untuk Gaza.
Jakarta, FORTUNE - Presiden Prabowo Subianto mengonfirmasi kesiapan Indonesia dalam mendukung stabilitas keamanan di Gaza melalui International Stabilization Forces (ISF). Dalam KTT perdana Board of Peace (BoP) di Washington DC, Kamis (19/2), dia mengungkapkan pengiriman personel TNI dapat dilakukan dalam waktu dekat.
“Kita siap. Mungkin kelompok-kelompok advance tidak lama lagi, mungkin 1–2 bulan ini juga,” ujar Prabowo dikutip dari keterangan pers, Kamis (19/2).
Eskalasi peran Indonesia ini meluas hingga ke level komando. Indonesia secara khusus diminta untuk menempati posisi Wakil Komandan (Deputy Commander) dalam struktur ISF yang berada di bawah koordinasi BoP. Saat ini, pemerintah tengah melakukan seleksi ketat untuk menentukan personel terbaik yang akan mengisi jabatan strategis tersebut.
Selain aspek keamanan, Prabowo memberikan catatan positif terhadap efektivitas penyaluran bantuan logistik. Ia menyebut volume bantuan pangan dan kebutuhan pokok bagi warga Gaza saat ini merupakan yang tertinggi dalam kurun beberapa tahun terakhir.
“Alhamdulillah tadi berjalan dengan baik, lancar. Kita lihat kemajuan-kemajuan yang sudah dicapai. Sementara, aliran bantuan makan dan kebutuhan rakyat Gaza saya kira tertinggi selama beberapa tahun,” katanya.
Meski demikian, dia mengingatkan bahwa kelancaran bantuan teknis ini belum mengakhiri hambatan diplomasi yang ada. Indonesia tetap memegang teguh two-state solution sebagai satu-satunya resolusi jangka panjang yang kredibel.
“Bagi kita, the real, the only long lasting solution is a two-state solution,” ujarnya.
Board of Peace (BoP) merupakan badan bentukan Donald Trump yang dirancang sebagai instrumen stabilisasi pasca-agresi. Namun, badan ini menghadapi kritik internal karena dianggap memberikan wewenang pengawasan yang terlalu besar kepada Trump, sehingga memicu persepsi adanya kemiripan dengan struktur kolonial.
Menyikapi sentimen tersebut, Prabowo menegaskan bahwa determinasi Indonesia tetap berorientasi pada keberhasilan rakyat Palestina, terlepas dari kerumitan struktur politik yang membayanginya.
“Walaupun banyak kesulitan, hambatan, obstacles, kita harus bertekad untuk mencapai keberhasilan demi rakyat Palestina. Kita berdoa agar kelompok-kelompok yang ingin menggagalkan penyelesaian menyeluruh tidak berhasil,” kata Prabowo.
Pertemuan ini sendiri menjadi ajang penting bagi 27 negara anggota tetap BoP dan 22 observer dalam membahas masa depan perdamaian di Gaza serta mekanisme penyaluran bantuan kemanusiaan.


















