Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Fitch: Target Ekonomi RI 6% di 2027 Lebih Realistis dari Ambisi 8%
ilustrasi Fitch Ratings (Shashank457, CC BY-SA 4.0 <https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0>, via Wikimedia Commons)
  • Fitch menilai target pertumbuhan ekonomi Indonesia 6 persen pada 2027 lebih realistis daripada ambisi 8 persen, meski masih di atas proyeksi dasar Fitch sebesar 5 persen.
  • Ketidakpastian geopolitik, kenaikan harga minyak, dan perlambatan mitra dagang berpotensi menghambat pertumbuhan; pengurangan dukungan fiskal demi defisit 2,4 persen dapat menekan Bank Indonesia.
  • Penerimaan negara yang diproyeksikan sedikit di atas 12 persen PDB tetap menjadi kendala struktural, membatasi ruang fiskal; pemerintah berencana mengalihkan sebagian dividen BUMN dari Danantara ke anggaran.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, FORTUNE - Fitch Ratings menilai target pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 6 persen pada 2027 lebih realistis dibandingkan ambisi pemerintah mencapai pertumbuhan ekonomi 8 persen dalam jangka menengah. Meski demikian, target tersebut masih dinilai optimistis jika dibandingkan dengan proyeksi dasar Fitch sebesar 5 persen.

“Pertumbuhan 6 persen pada 2027 lebih realistis dibandingkan ambisi pemerintah untuk mencapai 8 persen dalam jangka menengah, tetapi masih optimistis dibandingkan baseline Fitch sebesar 5 persen,” tulis Direktur Sovereign ratings Fitch Ratings, George Xu, dalam keterangan resmi, dikutip Senin (24/8).

Fitch menilai sejumlah risiko dapat menghambat pencapaian target pertumbuhan tersebut. Risiko penurunan terutama berasal dari ketidakpastian geopolitik yang berkepanjangan, kenaikan kembali harga minyak global, serta perlambatan tajam ekonomi negara-negara mitra dagang utama Indonesia.

Di sisi fiskal, Fitch menilai pemerintah juga menghadapi pilihan sulit apabila ingin mempertahankan target defisit 2027 sebesar 2,4 persen dari produk domestik bruto (PDB).

“Apabila dukungan fiskal dikurangi untuk menjaga defisit tetap sesuai target, tekanan terhadap Bank Indonesia berpotensi meningkat untuk menopang pertumbuhan ekonomi melalui kebijakan moneter,” katanya.

Kelangsungan kelembagaan di Bank Indonesia diharapkan dapat mendukung sentimen pasar, meskipun tingkat kepercayaan mungkin masih rentan.

Fitch juga menyoroti lemahnya penerimaan negara yang masih menjadi kendala struktural bagi profil kredit berdaulat Indonesia. Penerimaan negara dalam anggaran 2027 diproyeksikan sedikit di atas 12 persen terhadap PDB.

Terdapat langkah-langkah signifikan untuk meningkatkan penerimaan baru, meskipun pelaksanaan reformasi pajak inti jangka panjang seharusnya mulai membuahkan hasil.

“Kami memperkirakan rendahnya penerimaan negara akan tetap menjadi kendala struktural bagi profil kredit negara Indonesia (peringkat BBB/Negatif),” tulisnya.

Rendahnya penerimaan membatasi ruang fiskal negara dan membuat upaya konsolidasi lebih rentan terhadap pertumbuhan yang melambat, kebutuhan belanja yang lebih tinggi, atau kombinasi keduanya.

Sebelumnya, Pemerintah telah mengumumkan rencana untuk mengalihkan sebagian dividen badan usaha milik negara (BUMN) yang diterima Danantara ke anggaran negara sebagai upaya menahan laju peningkatan utang pemerintah, meskipun rincian lebih lanjut masih belum tersedia.

Curated For You

Editorial Team

Related Article