Comscore Tracker
NEWS

Pemerintah Tawarkan Enam Blok Migas dalam Lelang Tahap I 2022

Hanya Blok Bawean yang merupakan WK eksploitasi.

Pemerintah Tawarkan Enam Blok Migas dalam Lelang Tahap I 2022Ilustrasi anjungan migas. (Pixabay/466654)

by Hendra Friana

Jakarta, FORTUNE - Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menawarkan enam wilayah kerja migas kepada investor dalam Lelang Wilayah Kerja Migas Konvensional Tahap I Tahun 2022.

Keenam blok migas yang ditawarkan adalah Bawean, lepas pantai Jawa Timur; Offshore North West Aceh (Meulaboh), lepas pantai Aceh; Offshore South West Aceh (Singkil), lepas pantai Aceh; Arakundo, lepas pantai dan daratan Aceh; Bengara I, daratan Kalimantan Utara, dan Maratua II, lepas pantai Selat Makassar.

Kecuali Bawean yang merupakan wilayah kerja (WK) eksploitasi, lima blok lainnya merupakan WK eksplorasi.

Dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (20/7), Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM Tutuka Ariadji menyampaikan, ada 3 blok yang penawarannya dilakukan secara langsung, dan 3 blok yang dilakukan secara reguler.

Blok yang penawarannya dilakukan secara langsung adalah Blok Bawean, Meulaboh, dan Singkil. Sementara, untuk Blok Arakundo, Bengara I, dan Maratua II dilakukan dengan skema penawaran lelang reguler.

Adapun potensi sumber daya, minimal Komitmen, luas area, hingga skema kontrak masing-masing blok sebagai berikut:

Blok Meulaboh 

Blok ini diperkirakan memiliki sumber daya 800 juta barel minyak (MMBO) dan 8,6 triliun kaki kubik (TCF) gas. Tutuka menuturkan, minimal komitmen investasi yang diperbolehkan pada blok tersebut adalah eksplorasi geophysical dan geotechnical (G&G), seismik 3D seluas 500 km persegi dan pemboran satu sumur eksplorasi.

Nantinya eksplorasi blok yang mencapai seluas 9.182 km persegi ini dikelola dengan menggunakan skema cost recovery dengan sharing split 60:40 persen untuk produksi minyak dan 55:45 persen untuk produksi gas.

Blok Singkil 

Tutuka menuturkan, Blok Singkil estimasi sebanyak 1,4 miliar barel minyak (BBO) dan gas 8,6 TCF di area seluas 10.700 km persegi. Minimum komitmen pasti eksplorasi yaitu G&G, melakukan seismik 3D seluas 500 km persegi dan pemboran satu sumur.

Sementara untuk skema kontrak menggunakan cost recovery dengan bagi hasil 60:40 persen untuk minyak dan 55:45 persen untuk gas.

Blok Bawean

Blok Bawean memiliki potensi minyak 100 MMBO dan 680 miliar kaki kubik (BCF) gas di area seluas 2.756,07 km persegi. 

Adapun minum komitmen pastinya adalah GGRE, satu pemboran sumur pengembangan, dua kerja sumur ulang (work over), pengerjaan fasilitas produksi, komitmen untuk memulai produksi di awal tahun, G&G, dan seismik 3D seluas 300 km persegi. Sharing split untuk minyak 75:25 persen, dan 70:30 persen untuk gas.

Blok Arakundo

Blok migas yang penawarannya dilakukan secara lelang reguler ini memiliki potensi minyak 150 MMBO di luas area 7.713,16 km persegi. Minimum komitmen pasti yaitu G&G, melakukan seismik 3D dengan luas 500 km persegi dengan skema kontrak cost recovery. Adapun skema kontraknya adalah bagi hasil 60:40 persen untuk minyak dan 55:45 persen untuk gas.

Blok Maratua II

Blok dengan penawaran reguler ini memiliki potensi minyak 1,4 BBO di area 7.579,67 km persegi. Komitmen pasti yang wajib bagi investor adalah G&G, seismik 2D sepanjang 500 km dengan skema kontrak fleksibel yaitu cost recovery atau gross split.

Skema cost recovery ditetapkan 55:45 persen untuk minyak dan 50:50 persen untuk gas. Lalu untuk skema gross split, base split-nya 57:43 persen untuk minyak dan 53:48 persen untuk gas.

Blok Bengara I 

Blok migas yang ditawarkan reguler ini memiliki luas area 922,17 km persegi dengan potensi sekitar 90 MMBO. Komitmen pasti yang diwajibkan bagi investor adalah G&G dan survei seismik 2D sepanjang 300 km.

Adapun skema kontraknya adalah cost recovery dengan bagi hasil minyak 70:30 persen dan gas 60:40 persen. Untuk skema gross split, base split-nya ditetapkan 57:43 persen untuk minyak dan 52:48 persen untuk gas. 

Tahapan waktu lelang

Untuk tahapan waktu pada Blok Bawean, akses bid document dimulai 20 Juli 2022 sampai 19 Agustus 2022 sementara batas waktu pemasukan dokumen partisipasi pada 23 Agustus 2022.

Kemudian, untuk Offshore North West Aceh dan Offshore South West Aceh, akses bid document dilakukan 20 Juli 2022 sampai 2 September 2022 dan batas waktu pemasukan dokumen partisipasi 6 September 2022.

Untuk lelang reguler, akses bid document dilakukan pada 20 Juli 2022 sampai 15 November 2022 dan batas waktu pemasukan dokumen partisipasi 17 November 2022.

Bagi badan usaha dan bentuk usaha tetap yang berminat, registrasi dan akses bid document dilakukan melalui website online lelang wilayah kerja migas sesuai dengan jadwal yang ada di https://esdm.go.id/wkmigas.

Related Articles