Comscore Tracker
NEWS

Rights Issue Semen Indonesia Dipastikan Desember 2022

SIG daftarkan rights issue ke OJK bulan ini.

Rights Issue Semen Indonesia Dipastikan Desember 2022Logo Semen Indonesia. (Ekatamagroup.com)

by Hendra Friana

Jakarta, FORTUNE - PT Semen Indonesia (Persero) Tbk bakal melakukan rights issue atau hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) di akhir tahun ini. Aksi korporasi tersebut dilakukan seiring dengan rencana konsolidasi PT Semen Baturaja Tbk (SMBR) ke dalam Semen Indonesia Group (SIG). 

Direktur Utama PT Semen Indonesia Dony Arsal menuturkan, payung hukum rencana tersebut, berupa Peraturan Pemerintah (PP) juga telah dikeluarkan. Ada pula restu dari Menteri Keuangan dan Menteri BUMN.

"Saat ini kami registrasi ke OJK. Akhir bulan, Insya Allah besok ekspektasi efektif dari pernyatan pendaftaran bisa kami terima," ujarnya dalam rapat di Komisi VI, Selasa (29/11).

Rencananya, pencatatan tanggal atau recording date rights issue bis dilakukan pada 14 Desember 2022. Sehingga akhir tahun rencana ini sudah dapat terealisasi. Adapun aksi korporasi tersebut dilakukan untuk memperkuat posisi perseroan sama persaingan di Sumatera.

"Settlement tanggal, 20 (Desember 2022) jadi Insya Allah kalau semua lancar bisa dikonsolidasikan di akhir tahun," sebut Dony.

Diharapkan bisa tingkatkan ekspor

Sebagai informasi, kepemilikan pemerintah di SMBR yang akan diserahkan kepada Semen Indonesia mencapai 25 persen. Adapun di Semen Indonesia sendiri, kepemilikan saham pemerintah mencapai 51,01 persen. Rencananya, rights issue Semen Indonesia akan dilakukan pada saham dalam portepel, sehingga pemerintah tetap menjaga kepemilikan pada 51,01 persen.

"Karena kita perusahaan publik maka harus equal treatment, makanya harus rights issue, dari Semen Baturaja sebenarnya nggak butuh uang. Jadi nanti pemerintah menyetor sahamnya dan publik bisa berpartisipasi atau tidak," jelas Arsal dalam penjelsannya di komisi VI Mei silam.

Dony juga memastikan bahwa pasca rights issue, SIG akan melakukan perbaikan kinerja Semen Baturaja. Kemudian, tidak akan diadakan tender offer karena pemegang saham tertinggi dikontrol oleh pemerintah.

Adapun menurut Menteri BUMN Erick Thohir berharap, konsolidasi bisnis SIG dengan Semen Baturaja  dapat mendorong peningkatan penjualan untuk ekspor.

Related Articles