Greenovation 2026 Diluncurkan, Dorong Transisi Energi Industri Tambang

Jakarta, FORTUNE - Tekanan global terhadap praktik pertambangan yang lebih ramah lingkungan kian meningkat, seiring tuntutan efisiensi dan penurunan emisi. Di tengah kondisi tersebut, transformasi energi menjadi salah satu agenda utama untuk menjaga daya saing industri tambang nasional.
Menjawab tantangan tersebut, Asosiasi Pertambangan Batubara Indonesia (APBI-ICMA) bersama SUN meluncurkan Green Mining Innovation Challenge (Greenovation) 2026. Inisiatif ini merupakan kompetisi strategis yang dirancang untuk mendorong lahirnya inovasi operasional tambang yang lebih rendah karbon, efisien, dan kompetitif di tingkat global.
Executive Director APBI-ICMA, Gita Mahyarani, menegaskan bahwa industri pertambangan masih menjadi salah satu penopang utama perekonomian nasional, baik dalam menjaga pertumbuhan ekonomi maupun ketahanan rantai pasok strategis.
Gita menjelaskan, industri pertambangan batu bara memiliki peran dalam mendukung ketahanan energi, pembangunan, serta perekonomian nasional.
"Di tengah perubahan lanskap global, penguatan daya saing menjadi hal yang relevan untuk terus diperhatikan," ujarnya di Jakarta, Senin (20/4).
Greenovation diharapkan menjadi salah satu ruang yang dapat mendorong pertukaran gagasan, pengembangan teknologi, dan munculnya berbagai inisiatif dari pelaku industri, agar sektor pertambangan Indonesia dapat terus beradaptasi dan berkembang secara lebih efisien ke depan.
Selain itu, sebagai wadah kolaborasi bagi para profesional di sektor pertambangan untuk menghasilkan solusi aplikatif dalam menjawab tantangan energi, efisiensi biaya, produktivitas, hingga tuntutan keberlanjutan global.
Sejumlah kajian menunjukkan sektor industri, termasuk pengolahan mineral dan smelter, menjadi kontributor signifikan terhadap emisi nasional. Di sisi lain, pemerintah terus mendorong hilirisasi dan penguatan ketahanan energi, sehingga dekarbonisasi sektor tambang dinilai perlu dilakukan secara realistis tanpa mengganggu produktivitas.
Greenovation 2026 menitikberatkan dua area utama transformasi, yakni optimalisasi bauran energi serta efisiensi operasional tambang. Inovasi diarahkan pada pemanfaatan energi terbarukan, efisiensi bahan bakar, sistem hybrid, hingga pengembangan manajemen energi berbasis teknologi.
Selain itu, kompetisi ini juga mendorong elektrifikasi kendaraan dan alat berat tambang, termasuk pengembangan infrastruktur pendukung serta model bisnis yang dapat diimplementasikan secara luas.
Director of Power SUN, Emmanuel Jefferson Kuesar, menilai pengelolaan energi menjadi faktor krusial dalam menentukan daya saing perusahaan tambang ke depan.
Emmanuel menjelaskan, di industri pertambangan, energi bukan hanya kebutuhan operasional, tetapi juga faktor penentu daya saing. Untuk itu, perlu solusi yang mampu mengoptimalkan bauran energi serta menciptakan efisiensi biaya yang berkelanjutan.
"Ke depan, perusahaan tambang yang mampu mengelola energi secara lebih cerdas akan memiliki posisi yang lebih kuat dalam menghadapi dinamika pasar dan tuntutan industri global,” ujar Emmanuel.
Sementara itu, Director of Mobility SUN, Karina Darmawan, berharap kompetisi ini dapat melahirkan inovasi yang tidak hanya kreatif, tetapi juga aplikatif dalam mendorong dekarbonisasi sektor tambang.
"Inovasi yang dapat mendukung dekarbonisasi secara nyata dan memberikan dampak pada efisiensi tanpa mengurangi efektivitas produksi layak mendapatkan pengakuan. Dengan Greenovation 2026, diharapkan dapat lahir ide baru untuk mendukung industri tambang yang lebih sustain," ujar dia.
Greenovation 2026 akan melibatkan dewan juri dari berbagai kalangan, mulai dari pemerintah, akademisi, hingga sektor swasta, sehingga diharapkan mampu menjembatani kebutuhan industri dengan solusi inovatif yang relevan.
Ajang ini juga menawarkan total hadiah ratusan juta rupiah, dengan penghargaan khusus bagi pemenang utama berupa kesempatan mengunjungi pusat inovasi energi terbarukan di Cina.
Melalui inisiatif ini, APBI-ICMA dan SUN menargetkan lahirnya solusi implementatif dari pelaku industri sendiri, sekaligus memperkuat langkah Indonesia menuju sektor pertambangan yang modern, efisien, dan rendah karbon.


















