Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
For
You

Gubernur BI Paparkan Tiga Faktor Kunci Penopang Ketahanan Ekonomi RI

Gubernur BI Paparkan Tiga Faktor Kunci Penopang Ketahanan Ekonomi RI
Gubernur BI Perry Warjiyo paparkan tiga faktor kunci penopang ekonomi nasional. Dok BI
Intinya Sih
  • Gubernur BI Perry Warjiyo menegaskan tiga faktor utama ketahanan ekonomi RI: kredibilitas kebijakan, kemampuan adaptasi terhadap dinamika global, dan penguatan kemitraan internasional.
  • Dalam pertemuan IMF-World Bank Spring Meetings 2026 di Washington DC, BI dan Kemenkeu berdiskusi dengan pelaku bisnis AS untuk memperkuat kepercayaan terhadap kinerja ekonomi Indonesia.
  • Perry menyoroti pentingnya antisipasi risiko global yang belum teridentifikasi serta memperkuat sinergi kebijakan internasional guna menjaga stabilitas eksternal dan pertumbuhan ekonomi nasional.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, FORTUNE - Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengatakan bahwa terdapat tiga faktor kunci penopangg ketahanan ekonomi nasional. Tiga faktor tersebut meliputi kredibilitas kebijakan, kemampuan adaptasi terhadap dinamika global, dan penguatan kemitraan internasional.

Secara terperinci, ketiga faktor tersebut meliputi beberapa hal. Pertama, konsistensi dan sinergi kebijakan moneter, fiskal, serta stabilItas sistem keuangan yang dijalankan secara kredibel.

Kedua, kemampuan untuk beradaptasi dan menyesuaikan kerangka kebijakan seiring perubahan dinamika global.

“Ketiga, penguatan kerja sama dan kemitraan internasional, termasuk dengan Amerika Serikat (AS) dan negara lainnya,” ujarnya dalam pertemuan dengan US-ASEAN Business Council dan International Monetary Fund, dalam rangkaian IMF-World Bank Spring Meetings 2026 di Washington DC, AS, dikutip Jumat (17/4).

Dalam pertemuan tersebut, Gubernur Bank Indonesia bersama Menteri Keuangan RII melakukan diskusi langsung dengan para pelaku bisnis yang tergabung dalam US-ASEAN Business Council dan US Chamber of Commerce. Indonesia juga berkesempatan menegaskan kinerja ekonomi yang berdaya tahan di tengah berbagai krisis, sekaligus memperkuat kepercayaan para pelaku usaha AS yang beroperasi di Asia Tenggara.

Pada hari yang sama, Gubernur Bank Indonesia juga melakukan pertemuan dengan First Deputy Managing Director (FDMD) International Monetary Fund, Dan Katz. Kedua pihak membahas perkembangan geopolitik dan ketidakpastian global yang tinggi. Diskusi tersebut menyoroti bahwa risiko global tidak hanya berasal dari harga minyak, tetapi juga potensi dampak yang menyebar melalui rantai pasok global.

Berdasarkan diskusi tersebut, Perry mengatakan bahwa penyesuaian kebijakan tidak hanya fokus pada indikator yang telah terlihat, melainkan juga pada kemampuan untuk mengantisipasi risiko yang belum sepenuhnya teridentifikasi.

Sejalan dengan tiga faktor kunci, Bank Indonesia juga terus memperkuat sinergi kebijakan internasional dan komunikasi dengan investor global. Hal ini dilakukan untuk menjaga stabilitas eksternal dan mendukung pertumbuhan ekonomi nasional di tengah meningkatnya ketidakpastian global.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa juga memaparkan strategi fiskal Indonesia di tengah ketidakpastian global di depan Managing Direktor IMF,, Kristalina Georgieva, pejabat tinggi World Bank, serta perwakilan lembaga pemeringkat internasional seperti S&P Global Ratings.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Pingit Aria
EditorPingit Aria
Follow Us

Latest in News

See More