Komdigi Targetkan Kecepatan Internet Nasional Capai 100 Mbps pada 2028

- Kementerian Komunikasi dan Digital menargetkan kecepatan internet nasional rata-rata 100 Mbps pada 2028 melalui percepatan pembangunan infrastruktur digital dan peningkatan investasi operator telekomunikasi.
- Pemerintah fokus memperluas akses internet hingga wilayah pinggiran agar layanan lebih cepat, merata, dan terjangkau, sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi digital nasional.
- Upaya pemerataan konektivitas dilakukan lewat kombinasi serat optik, broadband tetap, dan teknologi satelit untuk mengatasi blank spot serta memperkuat fondasi ekonomi digital Indonesia.
Jakarta, FORTUNE - Kementerian Komunikasi dan Digital menargetkan kecepatan internet nasional mencapai rata-rata 100 Mbps dalam dua tahun ke depan.
Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria mengatakan bahwa terdapat sejumlah upaya yang dilakukan untuk mencapai target tersebut. Beberapa di antaranya adalah percepatan pembangunan infrastruktur digital, peningkatan investasi operator telekomunikasi, serta perluasan akses internet hingga wilayah pinggiran agar masyarakat memperoleh layanan yang lebih cepat, merata, dan terjangkau.
"Kita berkomitmen menembus 100 Mbps kira kira di dua tahun mendatang secara merata dan juga dengan harga yang semakin murah," ujar Wamen Nezar dalam keterangannya, dikutip Senin (6/7).
Menurutnya, akses internet yang berkualitas telah menjadi kebutuhan dasar masyarakat. Oleh sebab itu, pemerintah memastikan bahwa pembangunan konektivitas dapat menjangkau seluruh wilayah Indonesia sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi digital.
Kemkomdigi juga terus mendorong operator telekomunikasi meningkatkan investasi jaringan, termasuk memperluas pembangunan serat optik, memperkuat layanan fixed broadband, dan memanfaatkan teknologi satelit untuk menjangkau wilayah yang belum terlayani secara optimal.
"Kemarin kita juga mendorong operator seluler dan perusahaan telekomunikasi untuk meningkatkan belanja modal mereka sehingga dapat menjangkau daerah daerah pinggiran. Tujuannya agar masyarakat memperoleh akses internet yang semakin terjangkau dengan kualitas layanan yang semakin baik," katanya.
Wamen Nezar menegaskan bahwa saat ini pemerataan akses internet masih menjadi pekerjaan besar pemerintah. Meski pembangunan infrastruktur digital terus berlangsung, laporan mengenai wilayah tanpa sinyal masih ditemukan, termasuk di sejumlah daerah di Pulau Jawa.
"Kita harus menutup kesenjangan infrastruktur dan konektivitas yang masih ada, termasuk mengatasi wilayah wilayah yang masih mengalami blank spot," tandasnya.
Ia menjelaskan pemerintah kini mengembangkan pendekatan yang lebih terpadu dalam membangun konektivitas nasional.
Selain mempertahankan pembangunan infrastruktur di wilayah tertinggal melalui program pemerintah, penguatan jaringan juga dilakukan melalui kombinasi serat optik, layanan broadband tetap, dan konektivitas satelit agar masyarakat memperoleh layanan internet yang semakin andal.




















