Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
Install
For
You

Kemenkeu Kembalikan Rp281 T ke Himbara, Siapkan Dana Siaga Rp110 T

Kemenkeu Kembalikan Rp281 T ke Himbara, Siapkan Dana Siaga Rp110 T
Wakil Menteri Keuangan Juda Agung. Dok Fortune Indonesia
Intinya Sih
  • Kemenkeu mengembalikan dana SAL Rp281 triliun ke Himbara dan menahannya hingga akhir 2026 sebagai langkah menghadapi ketidakpastian global.
  • Pemerintah menyiapkan dana siaga Rp100 triliun untuk menjaga likuiditas perbankan agar penyaluran kredit tetap tumbuh, dengan pertumbuhan kredit Mei tercatat 11,5 persen.
  • Kondisi fiskal Indonesia dinilai sehat dengan defisit 0,7 persen hingga Mei 2026 dan proyeksi tetap di bawah 3 persen, sementara pajak tumbuh 19,1 persen.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Jakarta, FORTUNE - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mengembalikan dana Saldo Anggaran Lebih (SAL) sebesar Rp281 triliun ke himpunan bank milik negara (Himbara). Pemerintah juga memutuskan untuk menahan dana tersebut di Himbara hingga akhir 2026.

Langkah tersebut ditetapkan pemerintah sebagai respons untuk menghadapi ketidakpastian global.

“Setelah dievaluasi, diambil kesimpulan bahwa dana pemerintah di perbankan akan dikembalikan lagi yang kemarin Rp281 triliun,” ujar Wakil Menteri Keuangan Juda Agung dalam konferensi pers di DPR, Senin (29/6).

Juda menambahkan, pada bulan Juni 2026, pemerintah sempat menarik dana sebesar Rp110 triliun. Namun, dana tersebut telah dikembalikan ke Himbara.

Selain itu, pemerintah juga menyiapkan dana sebesar Rp100 triliun sebagai dana siaga (standby) untuk industri perbankan yang masih memerlukan likuiditas untuk menyalurkan kredit. Pemerintah berharap pertumbuhan kredit masih akan tumbuh double digit dalam beberapa bulan ke depan.

“Informasi dari perbankan, permintaan kredit itu masih cukup tinggi, tetapi likuiditas perlu dijaga agar bank bisa menyalurkan pertumbuhan kredit dan diperkirakan kemarin di bulan Mei kredit tumbuh 11,5 persen,” katanya.

Di samping itu, Juda juga mengatakan bahwa kondisi fiskal Indonesia masih terjaga dengan baik. Hingga bulan Mei 2026, defisit tercatat 0,7 persen dan diperkirakan maish akan terjaga di bawah 3 persen hingga akhir tahun.

"Pajak juga tumbuh dengan baik, 19,1 persen dan juga dari sisi belanja juga masih di atas 30 persen," ujar Juda.

Kebijakan menempatkan dana Saldo Anggaran Lebih (SAL) ke Himbara telah dilakukan Purbaya sejak tahun lalu untuk menggerakkan ekonomi.

Pada September 2025, Purbaya mengguyur dana Rp200 triliun ke Himbara. Dana Rp75 triliun kemudian ditambah pada November 2025 sehingga dana SAL di perbankan tercatat Rp275 triliun.

Kemudian, pada awal 2026, Purbaya menarik dana SAL di Himbara sebesar Rp75 triliun. Selang beberapa bulan, Purbaya kembali menempatkan dana Rp100 triliun ke bank Himbara.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Pingit Aria
EditorPingit Aria

Related Articles

See More