Kementerian ESDM Resmikan Pengiriman Perdana Proyek Pipa Transmisi Gas Dumai

- Kementerian ESDM meresmikan pengiriman perdana pipa proyek Transmisi Gas Bumi Dumai–Sei Mangkei senilai Rp6,5 triliun untuk memperluas pemanfaatan gas bumi di Sumatera Utara dan Riau.
- Proyek strategis nasional ini memiliki kapasitas 109,2 MMSCFD dengan panjang total 541,8 kilometer, ditargetkan selesai pada Desember 2027 guna mendukung industri hilir dan energi bersih.
- Pekerjaan dibagi dua segmen dengan dukungan PT Krakatau Steel dan konsorsium BUMN konstruksi, menggunakan produk dalam negeri dengan target TKDN lebih dari 60 persen.
Jakarta, FORTUNE - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) meresmikan pengiriman perdana pipa proyek Pipa Transmisi Gas Bumi Dumai–Sei Mangkei (Dusem). Proyek memiliki nilai investasi Rp6,5 triliun dibangun untuk memperluas pemanfaatan gas bumi dan mengintegrasikan jaringan pipa di Sumatera Utara hingga Riau.
Direktur Jenderal Migas Laode Sulaeman menyampaikan bahwa proyek ini merupakan komitmen pemerintah mendorong optimalisasi pemanfaatan gas bumi. Maka dari itu proyek ini masuk dalam salah satu proyek strategis nasional (PSN).
"Pembangunan ini bertujuan memberikan akses energi kepada sektor industri, komersial, dan masyarakat," ujar Laode di Cilegon, Banten, Kamis (19/2).
Adapun proyek Dusem dirancang memiliki kapasitas desain 109,2 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD). Konstruksi dimulai pada Desember 2025 dan ditargetkan selesai pada Desember 2027. Selain menjadi integrasi, jaringan pipa ini akan mendukung pengembangan industri hilir dan penyediaan energi bersih bagi masyarakat.
Pelaksanaan proyek didukung oleh PT Krakatau Steel dan PT Krakatau Pipe Industries. Total panjang pipa mencapai sekitar 541,8 kilometer dan dibagi dalam dua segmen utama.
Segmen pertama membentang dari SKG Belawan hingga Stasiun Labuhan Batu sepanjang 279,8 kilometer. Pekerjaan segmen ini dikerjakan oleh konsorsium PT Wijaya Karya (Persero) Tbk dan PT Nindya Karya dengan nilai kontrak Rp3,6 triliun.
Sedangkan segmen kedua yang menghubungkan Stasiun Labuhan Batu hingga fasilitas Duri sepanjang 262 kilometer. Segmen ini dikerjakan oleh konsorsium PT Remaja Bangun Kencana Kontraktor, PT Brantas Abipraya (Persero), PT Sumber Bangun Sentosa, dan PT Singgar Mulia dengan nilai kontrak Rp2,8 triliun.
Laode menjelaskan, progres proyek ini hingga minggu kedelapan terbilang lancar dan berada di atas target. Yang nana, engineering procurement construction (EPC) segmen 1 telah mencapai 12,447 persen dari target sebesar 7,638 persen. Sementara EPC segmen 2 mencapai 12,061 persen dari rencana awal sebesar 10,295 persen.
Seluruh pipa yang digunakan dalam proyek ini merupakan produk dalam negeri. Target Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) pada pekerjaan EPC ditetapkan sebesar 60,9 persen untuk segmen 1 dan 62,49 persen untuk segmen 2.


















