Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Kerangka Awal RAPBN 2027: Asumsi, Target, dan Postur Fiskal
Gambaran sidang di DPR RI (commons.wikimedia.org/Andylala Waluyo)
  • Banggar DPR RI dan pemerintah menyepakati kerangka awal RAPBN 2027 yang mencakup asumsi ekonomi makro, serta postur fiskal.

  • Tema kebijakan fiskal 2027 menekankan percepatan pertumbuhan ekonomi inklusif dengan delapan klaster prioritas.

  • Asumsi utama RAPBN 2027 meliputi pertumbuhan ekonomi 5,8–6,5 persen dan defisit anggaran 1,8–2,4 persen PDB.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, FORTUNE — Badan Anggaran (Banggar) DPR RI bersama pemerintah telah menyepakati kerangka awal Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027. Kesepakatan tersebut mencakup asumsi dasar ekonomi makro, target pembangunan, hingga postur makro fiskal yang menjadi acuan penyusunan APBN tahun depan.

Pembahasan pendahuluan RAPBN 2027 disahkan dalam Rapat Paripurna DPR RI pada Kamis (2/7). Hasilnya akan menjadi pedoman pemerintah dalam menyusun RUU APBN 2027 beserta Nota Keuangan yang akan disampaikan pada 16 Agustus 2026, sebelum dibahas bersama DPR hingga ditetapkan pada akhir Oktober 2026.

8 klaster prioritas dalam kerangka awal RAPBN 2027

Wakil Ketua Banggar DPR RI, Wihadi Wiyanto, menyampaikan tema kebijakan fiskal 2027 adalah Percepatan Pertumbuhan Ekonomi yang Inklusif dan Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat. Sementara itu, tema Rencana Kerja Pemerintah (RKP) 2027 ialah Akselerasi Pertumbuhan Berkualitas melalui Produktivitas, Investasi, dan Industri.

Dalam laporan Banggar di Rapat Paripurna, Wihadi menjelaskan Program Kerja Prioritas Nasional (PKPN) 2027 terdiri atas delapan klaster, yakni:

  1. Kedaulatan pangan

  2. Kemandirian energi dan air

  3. Pendidikan

  4. Kesehatan

  5. Hilirisasi dan industrialisasi

  6. Infrastruktur, perumahan, dan ketahanan bencana

  7. Ekonomi kerakyatan dan desa

  8. Penurunan kemiskinan.

Klaster tersebut menjadi arah pembangunan nasional untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Asumsi ekonomi makro dalam kerangka awal RAPBN 2027

  • Pertumbuhan ekonomi 5,8–6,5 persen.

  • Laju inflasi 1,5–3,5 persen.

  • Nilai tukar rupiah Rp16.800–Rp17.500 per dolar AS.

  • Tingkat suku bunga SBN tenor 10 tahun 6,5–7,3 persen.

  • Harga minyak mentah Indonesia (ICP) 70–95 dolar AS per barel.

  • Lifting minyak bumi 605–620 ribu barel per hari.

  • Lifting gas bumi 951–990 ribu barel setara minyak per hari.

Target pembangunan dalam kerangka awal RAPBN 2027

  • GNI per kapita: 5.800–5.840 dolar AS

  • Penurunan intensitas emisi gas rumah kaca: 39,57 persen

  • Indeks kualitas lingkungan hidup: 76,84

  • Tingkat kemiskinan: 6–6,5 persen

  • Tingkat kemiskinan ekstrem: 0 persen

  • Rasio Gini: 0,362–0,367

  • Tingkat pengangguran terbuka: 4,3–4,87 persen

  • Indeks modal manusia: 0,575

  • Indikator kesejahteraan petani: 0,8038

  • Nilai tukar petani: 126–128

  • Nilai tukar nelayan: 106–110

  • Proporsi penciptaan lapangan kerja formal: 40,81 persen

  • Penciptaan lapangan kerja baru: 2,57–3,49 persen

Postur makro fiskal dalam kerangka awal RAPBN 2027

  • Pendapatan negara: 12,01–12,40 persen PDB

Perpajakan: 10,16–10,50 persen PDB

PNBP: 1,85–1,89 persen PDB

Hibah: 0,002–0,003 persen PDB

  • Belanja negara: 13,81–14,80 persen PDB

Belanja pemerintah pusat: 11,26–12,01 persen PDB

Transfer ke daerah: 2,55–2,79 persen PDB

  • Keseimbangan primer: surplus 0,45 persen PDB hingga defisit 0,14 persen PDB

  • Defisit anggaran: 1,8–2,4 persen PDB

  • Pembiayaan investasi: minus 0,50–0,90 persen PDB

  • Jumlah pinjaman terhadap PDB: 40,31–40,64 persen PDB

Kerangka awal RAPBN 2027 yang telah disepakati selanjutnya akan menjadi dasar pemerintah dalam menyusun RUU APBN 2027 beserta Nota Keuangan sebelum memasuki pembahasan lanjutan bersama DPR sesuai tahapan penyusunan anggaran negara.

FAQ seputar kerangka awal RAPBN 2027

Apa itu kerangka awal RAPBN 2027?

Kerangka awal RAPBN 2027 merupakan acuan awal penyusunan APBN yang memuat asumsi ekonomi makro, target pembangunan, dan postur fiskal.

Berapa target pertumbuhan ekonomi dalam RAPBN 2027?

Target pertumbuhan ekonomi 2027 disepakati berada pada kisaran 5,8–6,5 persen.

Kapan RUU APBN 2027 akan disampaikan pemerintah?

RUU APBN 2027 beserta Nota Keuangan dijadwalkan disampaikan pada 16 Agustus 2026.

Berapa target defisit APBN 2027?

Defisit APBN 2027 dirancang berada pada kisaran 1,8–2,4 persen terhadap PDB.

Editorial Team

Related Article