Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Lewat BMKS, Pemerintah Bidik Harga Acuan Komoditas Mineral
Default Image
  • Pemerintah membentuk Bursa Mineral dan Komoditas Strategis (BMKS) agar Indonesia dapat membangun harga acuan mineral dan tambang domestik, tidak lagi sepenuhnya mengikuti bursa internasional.
  • Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyebut pengaturan produksi, seperti pengetatan pasokan batu bara, membuktikan pemerintah dapat memengaruhi harga komoditas strategis.
  • BMKS diawasi OJK dan ditargetkan beroperasi 1 Januari 2027, melengkapi ekspor satu pintu serta PT Danantara Sumberdaya Indonesia untuk memperkuat posisi tawar global.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Apakah BMKS perlu jadi acuan harga mineral Indonesia?
Vote Now
Rabu (19/8)

Bahlil Lahadalia menjelaskan target pemerintah membangun harga acuan komoditas mineral dari dalam negeri usai pembukaan IIGCE 2026 di Jakarta.

1 Januari 2027

BMKS ditargetkan mulai beroperasi di bawah pengawasan OJK.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Apakah BMKS perlu jadi acuan harga mineral Indonesia?
Vote Now
  • What?
    Pemerintah membentuk Bursa Mineral dan Komoditas Strategis (BMKS) untuk membangun harga acuan komoditas mineral dan pertambangan dari dalam negeri.
  • Who?
    Pemerintah, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Otoritas Jasa Keuangan, dan Presiden Prabowo Subianto terlibat dalam agenda BMKS.
  • Where?
    Di Indonesia, dengan mekanisme perdagangan yang berlangsung di Indonesia Commodity Exchange. Bahlil menyampaikan penjelasan di Jakarta.
  • When?
    BMKS ditargetkan mulai beroperasi pada 1 Januari 2027. Bahlil menyampaikan penjelasan pada Rabu (19/8).
  • Why?
    Karena harga komoditas pertambangan Indonesia masih mengacu pada bursa internasional, meski Indonesia merupakan salah satu produsen utama komoditas tambang dunia.
  • How?
    Melalui pembentukan BMKS, pengawasan OJK, serta mekanisme perdagangan komoditas mineral dan produk turunannya di Indonesia Commodity Exchange.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Apakah BMKS perlu jadi acuan harga mineral Indonesia?
Vote Now

Pemerintah ingin membuat BMKS supaya harga barang tambang Indonesia bisa dibuat di Indonesia. Pak Bahlil Lahadalia bilang harga selama ini banyak mengikuti bursa luar negeri. BMKS akan diawasi OJK dan ditargetkan mulai bekerja pada 1 Januari 2027. Pemerintah juga ingin Indonesia ikut menentukan harga komoditas.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Apakah BMKS perlu jadi acuan harga mineral Indonesia?
Vote Now

BMKS membuka ruang bagi pembentukan harga komoditas mineral dan produk turunannya melalui perdagangan di Indonesia. Pengawasan OJK serta target operasi pada 1 Januari 2027 memberi kerangka kelembagaan bagi agenda pemerintah untuk menata produksi dan perdagangan komoditas strategis, sekaligus mendukung ambisi Indonesia Reference Price.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Apakah BMKS perlu jadi acuan harga mineral Indonesia?
Vote Now

Jakarta, FORTUNE - Pemerintah menargetkan Indonesia tidak lagi hanya menjadi pemasok bahan mentah dan penerima harga (price taker) di pasar global. Melalui pembentukan Bursa Mineral dan Komoditas Strategis (BMKS), pemerintah ingin membangun harga acuan komoditas mineral dan pertambangan yang ditentukan dari dalam negeri.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, mengatakan selama ini harga berbagai komoditas pertambangan Indonesia masih mengacu pada bursa komoditas internasional sehingga pembentukan harga lebih banyak ditentukan oleh negara lain.

Menurut dia, kondisi tersebut tidak sejalan dengan posisi Indonesia sebagai salah satu produsen utama berbagai komoditas tambang dunia.

“Masa barang-barang punya kita diatur oleh orang lain? Enak saja. Ini yang selama ini terjadi. Bapak Presiden Prabowo itu ingin agar seluruh kekayaan yang ada di dalam negara kita itu diatur seutuhnya oleh negara kita dengan harga keekonomian yang baik,” kata Bahlil kepada wartawan usai pembukaan The 12th Indonesia International Geothermal Convention & Exhibition (IIGCE) 2026 di Jakarta, Rabu (19/8).

Bahlil menjelaskan, kehadiran BMKS diharapkan menjadi instrumen pembentuk harga komoditas mineral dan produk turunannya melalui mekanisme perdagangan yang berlangsung di Indonesia Commodity Exchange.

Dengan skema tersebut, harga komoditas ekspor Indonesia tidak lagi sepenuhnya bergantung pada referensi dari bursa luar negeri.

Bahlil mencontohkan komoditas batu bara yang selama ini harganya banyak dipengaruhi oleh mekanisme pasar global. Menurut dia, pemerintah telah membuktikan kebijakan pengaturan produksi mampu memengaruhi harga komoditas tersebut.

"Begitu kita bikin pengetatan menjaga supply and demand, harganya sekarang sudah mulai bagus. Artinya selama ini memang ada potensi permainan, kan?" ujarnya.

Ia menilai langkah pemerintah dalam menata produksi dan perdagangan komoditas strategis kerap memunculkan resistensi dari sejumlah pihak yang selama ini menikmati sistem lama.

"Begitu kita merapikan, ada yang enggak setuju. Bagi saya meluruskan apa yang menjadi target pemerintah di bawah pimpinan Presiden Prabowo, apa pun kita akan lakukan untuk kebaikan rakyat bangsa dan negara," kata Bahlil.

Operasi Mulai Januari 2027

Default Image

Pembentukan BMKS merupakan amanat Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2026 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (P2SK).

Bursa tersebut nantinya berada di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan ditargetkan mulai beroperasi pada 1 Januari 2027.

Kebijakan ini menjadi bagian dari rangkaian reformasi tata kelola komoditas strategis yang tengah dijalankan pemerintah. Sebelumnya, pemerintah telah membentuk PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) sebagai perantara tunggal perdagangan komoditas tertentu dan menerapkan kebijakan ekspor satu pintu.

Pemerintah berharap berbagai instrumen tersebut dapat memperkuat posisi tawar Indonesia dalam rantai perdagangan global.

BMKS juga menjadi bagian dari ambisi Presiden Prabowo Subianto untuk membangun Indonesia Reference Price, yakni harga acuan komoditas ekspor yang dibentuk di dalam negeri.

Selama puluhan tahun, Indonesia dikenal sebagai produsen utama berbagai komoditas dunia, mulai dari batu bara, nikel, timah hingga minyak sawit mentah (CPO). Namun, harga komoditas tersebut umumnya masih merujuk pada bursa perdagangan internasional.

Menurut Prabowo, kondisi itu membuat Indonesia belum memperoleh nilai tambah optimal dari kekayaan sumber daya alam yang dimilikinya karena tidak memiliki pengaruh signifikan dalam pembentukan harga.

Karena itu, pemerintah ingin mengubah posisi Indonesia dari sekadar pemasok komoditas menjadi negara yang turut menentukan harga komoditas strategis di pasar global.

Sampaikan pilihanmu soal BMKS

Apakah BMKS perlu jadi acuan harga mineral Indonesia?

See More
Perlu
A*** has voted
B*** has voted
C**** has voted
Tidak perlu

Editorial Team

Related Article