Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
Install

DPR Jadwalkan Fit and Proper Test Gubernur BI Setelah Masa Reses

DPR Jadwalkan Fit and Proper Test Gubernur BI Setelah Masa Reses
Wakil Ketua Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Hanif Dhakiri. (IDN Times/Triyan).
  • Presiden Prabowo Subianto mengusulkan Destry Damayanti sebagai calon tunggal Gubernur BI melalui surat presiden kepada DPR.
  • DPR belum dapat menjadwalkan uji kepatutan dan kelayakan karena masih masa reses; rapat pimpinan diperkirakan digelar setelah anggota kembali pada 14 Agustus.
  • Destry, kini Pjs Gubernur BI dan Deputi Gubernur Senior, mendapat dukungan dari Komisi XI DPR, pemerintah, serta OJK atas pengalaman dan rekam jejaknya.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, FORTUNE - Usulan Destry Damayanti sebagai Gubernur Bank Indonesia (BI) mendapat respons positif dari sejumlah kalangan. Adapun, kuji kepatuhan dan kelayakannya Destry akan dijadwalkan usai masa reses DPR berakhir.

Sebelumnya, Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi mengabarkan Presiden Prabowo Subianto mengusulkan nama Destry Damayanti sebagai calon tunggal Gubernur BI. Keputusan ini tertuang dalam surat presiden (surpres) yang dikirimkan kepada Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).

Wakil Ketua Komisi XI DPR RI, Hanif Dhakiri mengatakan belum membaca surat tersebut. Namun dia menilai Destry adalah sosok yang bisa diandalkan, professional, dan memiliki pengalaman luas terkait seluk beluk moneter Bank Indonesia. Dengan pengalamannya itu, ia berharap bank sentral bisa menjadi lebih baik di bawah kepemimpinan Destry.

"Saya itu terus terang belum baca suratnya, sudah tahu dari media. Tapi kalau Bu Destry kan memang figur yang sudah kita kenal dengan baik, dan masyarakat juga sudah mengenal dengan baik," ujar Hanif kepada wartawan di Jakarta, Selasa (11/8).

Terkait dengan proses fit and proper test, menurutnya belum belum bisa diungkapkan lebih detail, dikarenakan DPR saat ini masih dalam masa reses atau periode di mana anggota dewan bekerja mengunjungi daerah pemilihan masing-masing.

"Karena ini masih reses, kami juga belum baca suratnya. Mudah-mudahan nanti tanggal 14 Agustus ini sudah mulai masuk, mungkin akan segera di gelar rapat pimpinan dan pasti akan segera di jadwal," jelas Hanif.

Terkait pencalonan Destry sebagai calon tunggal, mantan Menteri Ketenagakerjaan ini menilai mekanisme tersebut bukan hal yang baru dalam pemilihan Gubernur BI. "Biasanya juga begitu dari dulu kalau Gubernur, kecuali kalau yang misalnya Dewan Gubernur bisa berapa," lanjut Hanif.

Saat ini Destry menduduki posisi Pejabat Sementara (Pjs) Gubernur BI untuk mengisi kekosongan jabatan usai Perry Warjiyo mengundurkan diri. Apabila Destry naik, jabatan yang ia emban sebelumnya sebagai Deputi Gubernur Senior (DGS) akan mengalami kekosongan sementara.

Di kesempatan yang sama, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan dukungannya kepada Destry karena berpengalaman di lingkungan internal BI dan kemampuannya menangani kebijakan moneter.

"Kita dukung Bu Destry karena sudah berpengalaman menjabat sebagai Deputi Gubernur Senior dan ini di periode kedua, dan tentu dari orang dalam. Kita lihat respon pasar juga positif, rupiah menguat pasar modal juga green zone," ujarnya.

Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Friderica Widyasari Dewi juga mengugkapkan dukingannya. Ia mengatakan, rekam jejak Destry dan hubungan kerja antara BI dengan OJK selama ini menjadi pertimbangan utama.

"Kami mendukung, Bu Destry figure yang sudah kita kenal dan track record-nya juga sangat baik dan selama ini kerja sama yang terjadi dengan OJK sangat baik. Kita mendoakan semoga prosesnya semua lancar," kata Friderica di kesempatan yang sama.

    Share Article
    Editorial Team
    Ekarina .
    EditorEkarina .

    Latest in News

    See More