Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Maybank Marathon 2026 Dorong Literasi Keuangan dan Karbon Netral 2030
Penyandang disabilitas mempersiapkan dan menyajikan hidangan untuk para tamu saat Maybank Marathon Sustainability Day di Piduh Charity Cafe, Gianyar, Bali, pada 21 Agustus 2026/Dok. Maybank Indonesia
  • Maybank Marathon 2026 menggelar Sustainability Day di Gianyar, Bali, untuk mengintegrasikan olahraga dengan literasi keuangan, pemberdayaan kelompok rentan, inklusivitas, dan target netralitas karbon 2030.
  • Strategi keberlanjutan Maybank bertumpu pada pendidikan, pemberdayaan masyarakat, serta lingkungan dan dekarbonisasi; mencakup literasi bagi siswa-guru, kategori Wheelchair, Run for Charity, mangrove, dan pengurangan emisi.
  • Kolaborasi dengan WRI Indonesia mendampingi Desa Sanding menjadi rendah emisi melalui pemetaan emisi dan pengelolaan sampah organik, sementara Piduh Charity Café mendukung pelatihan pemuda berkebutuhan khusus.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, FORTUNE - Maybank Marathon 2026 in Partnership with Visa tak hanya membawa agenda olahraga internasional, tetapi juga memperluas dampaknya ke isu lingkungan, pemberdayaan ekonomi, dan inklusivitas sosial. Menjelang penyelenggaraan ajang lari berpredikat Elite Label Road Race dari World Athletics tersebut, PT Bank Maybank Indonesia Tbk menggelar Maybank Marathon Sustainability Day 2026 selama dua hari di Gianyar, Bali.

Melalui gerakan "Meningkatkan Jejak Hijau", Maybank Indonesia mengintegrasikan sejumlah program keberlanjutan, mulai dari edukasi keuangan, pemberdayaan kelompok rentan, hingga upaya dekarbonisasi di tingkat masyarakat. Rangkaian tersebut menjadi bagian dari upaya Maybank Indonesia mencapai target netralitas karbon pada 2030.

Hari pertama Sustainability Day dipusatkan di Piduh Charity Café, Gianyar, yang merupakan wadah pemberdayaan dan pelatihan keterampilan bagi anak-anak serta pemuda berkebutuhan khusus di bawah naungan Yayasan Widya Guna.

Pemilihan lokasi tersebut sekaligus mempertegas dimensi inklusivitas dalam penyelenggaraan Maybank Marathon. Pengembangan Piduh Charity Café turut didukung melalui kontribusi nasabah dan masyarakat yang dihimpun Yayasan Maybank Indonesia.

Ketua Pembina Yayasan Maybank Indonesia, Budhi Dyah Sitawati, mengatakan prinsip Humanising Financial Services menjadi landasan Maybank Indonesia dalam menempatkan manusia, komunitas, dan keberlanjutan lingkungan sebagai bagian dari pertumbuhan bisnis.

Menurutnya manfaatnya tidak berhenti pada penyelenggaraan perlombaan, tetapi juga mencakup perputaran ekonomi daerah, literasi keuangan, akses yang lebih inklusif bagi penyandang disabilitas, serta dukungan terhadap perjalanan menuju karbon netral pada 2030.

"Maybank Marathon bukan sekadar mengejar catatan waktu di garis finish, tetapi menghadirkan perjalanan yang nyaman, inspiratif, dan penuh makna," ujarnya di Piduh Charity Café, Gianyar, Bali, Jumat (21/8).

Bupati Gianyar, I Made Agus Mahayastra, mengatakan sektor olahraga dapat berdampak positif ke sektor lainnya. Dengan kata lain turut berkontribusi terhadap ekonomi, pariwisata, sosial, dan lingkungan di Gianyar.

Ia menilai penyelenggaraan Sustainability Day di Piduh Charity Café, yang dilengkapi program literasi keuangan dan aksi lingkungan, menunjukkan bagaimana kegiatan olahraga internasional dapat berjalan beriringan dengan kesejahteraan masyarakat setempat.

"Maybank Marathon tidak hanya mendorong perputaran ekonomi dan pariwisata Glanyar, tetapi juga menghadirkan dampak sosial dan lingkungan," tuturnya.

Tiga pilar keberlanjutan

Dok. Maybank Indonesia

Head of Sustainability Maybank Indonesia, Maria Trifanny Fransiska, menjelaskan strategi keberlanjutan Maybank Marathon dibangun melalui tiga pilar yang saling berkaitan, yakni pendidikan, pemberdayaan masyarakat, serta lingkungan dan dekarbonisasi.

Pada pilar pendidikan, Maybank Indonesia mendorong literasi keuangan berkelanjutan bagi ribuan siswa dan guru di Gianyar. Sementara dari sisi pemberdayaan masyarakat, perusahaan memperluas akses bagi kelompok rentan dan penyandang disabilitas melalui sejumlah inisiatif.

Program tersebut antara lain diwujudkan lewat kategori Wheelchair, program Run for Charity, serta dukungan terhadap pusat pelatihan kemandirian di Piduh Charity Café.

Adapun pilar lingkungan dan dekarbonisasi mencakup penanaman mangrove, pengelolaan sampah organik, pemanfaatan transportasi ramah lingkungan, edukasi, serta berbagai upaya pengurangan emisi. Program-program tersebut melibatkan pelari, sponsor, masyarakat lokal, dan pemangku kepentingan lainnya.

"Ketiga pilar ini kami arahkan untuk saling memperkuat dan membawa Maybank Marathon menuju target netralitas karbon 2030," kata Maria.

Upaya dekarbonisasi juga diperluas hingga tingkat desa. Dalam rangkaian Sustainability Day, Maybank Indonesia memperkuat kolaborasi dengan World Resources Institute (WRI) Indonesia melalui program Desa Sanding Bebas Emisi: Mewujudkan Desa Hijau & Ramah Lingkungan.

Program tersebut mendampingi Desa Sanding untuk menjadi desa rendah emisi melalui strategi dekarbonisasi berbasis data yang menyeluruh dan melembaga. Pendekatan tersebut juga dirancang agar berlangsung secara adil dan inklusif, sekaligus mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Dalam jangka lebih panjang, inisiatif Desa Sanding diharapkan dapat diperluas dan direplikasi di desa-desa adat lainnya di Provinsi Bali.

Kepala Desa Sanding, Kompyang Ambarayusa, mengatakan pendampingan yang dilakukan bersama Maybank Indonesia dan WRI Indonesia telah memberikan dampak bagi masyarakat. Salah satunya melalui pemetaan emisi secara mandiri serta pengelolaan sampah organik berbasis komunitas. Warga juga mendapatkan pelatihan untuk menjaga lingkungan desa secara berkelanjutan.

"Desa Sanding dapat menjadi contoh desa dekarbonisasi adat di Bali yang membuktikan bahwa aksi iklim dapat dimulai dari tingkat desa," tuturnya.

Selain agenda lingkungan, dimensi sosial menjadi bagian lain dari strategi keberlanjutan Maybank Marathon. Maybank Indonesia menggandeng Yayasan Widya Guna sebagai pengelola Piduh Charity Café, yang sejak 2006 memberikan perlindungan, pendidikan, dan pelatihan keterampilan mandiri bagi anak-anak serta pemuda berkebutuhan khusus.

Co-Founder Yayasan Widya Guna, Ketut Satya, mengatakan kemitraan tersebut tidak hanya memberikan dukungan terhadap kegiatan yayasan, tetapi juga memperkuat pesan bahwa setiap individu memiliki kesempatan untuk belajar, berkarya, dan membangun kemandirian finansial.

Dengan pendekatan tersebut, Maybank Marathon menempatkan agenda keberlanjutan sebagai bagian dari ekosistem penyelenggaraan lomba, bukan sekadar aktivitas pendukung. Dari literasi keuangan dan pemberdayaan penyandang disabilitas hingga pengurangan emisi berbasis desa, ajang olahraga ini diarahkan untuk menciptakan dampak ekonomi, sosial, dan lingkungan yang lebih panjang bagi Bali.

Curated For You

Editorial Team

Related Article