Jakarta, FORTUNE - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menjelaskan bahwa perusahaan teknologi asal Amerika Serikat, NVIDIA, tengah menjajaki rencana investasi pusat data (data center) senilai US$4,5 miliar atau sekitar Rp80,1 triliun di Batam, Kepulauan Riau.
Airlangga mengatakan rencana investasi tersebut akan diarahkan ke Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) yang telah disiapkan pemerintah di Batam.
“Kemarin NVIDIA sudah berbicara di Batam, di Kawasan Ekonomi Khusus yang kami siapkan, itu mereka rencana mau investasi US$4,5 miliar,” ujar Airlangga di Jakarta, Rabu (23/9).
Rencana investasi tersebut menjadi bagian dari pengembangan infrastruktur ekonomi digital Indonesia.Airlangga menyebut kapasitas pusat data Indonesia saat ini telah mencapai sekitar 800 megawatt (MW).
Sementara itu, proyek yang telah masuk dalam pipeline berpotensi meningkatkan kapasitas pusat data nasional hingga 1,3 gigawatt (GW).
Menurut Airlangga, Indonesia memiliki sejumlah keunggulan untuk menjadi lokasi pengembangan pusat data di kawasan ASEAN. Faktor tersebut mencakup ketersediaan lahan, pasokan listrik, energi hijau, hingga air.
Ia menilai kebutuhan terhadap pusat data akan semakin besar seiring perkembangan AI. Infrastruktur tersebut menjadi salah satu komponen penting dalam pengembangan ekonomi digital, bersama dengan industri semikonduktor.
Menurutnya, kebutuhan data center akan diproyeksi akan terus meningkat dalam 3-4 tahun kedepan
Potensi pasar digital Indonesia diproyeksikan meningkat lebih dari dua kali lipat menjadi sekitar US$400 miliar pada 2030, dari posisi saat ini yang berada di kisaran US$180 miliar. Pertumbuhan tersebut sejalan dengan perkembangan ekonomi digital dan penguatan kerja sama digital di kawasan ASEAN.
“Dan apabila digital economic framework agreement nanti ditandatangani di Manila maka potensi ASEAN yang semula di tahun 2030 Rp1 triliun itu akan menaik menjadi Rp2 triliun dan Indonesia adalah 40 persen dari itu, jadi antara Rp600-800 miliar,” ujarnya.
