Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
Install

Mengapa 33 Negara Minta Warga Simpan Stok Darurat di Rumah?

3 min read
Mengapa 33 Negara Minta Warga Simpan Stok Darurat di Rumah?
ilustrasi stok makanan (unsplash.com/Bruno Guerrero)

  • Sebanyak 33 negara meminta warga menyimpan makanan, air, obat, dan kebutuhan penting untuk menghadapi gangguan seperti konflik, cuaca ekstrem, siber, atau listrik.

  • Prancis, Inggris, Kanada, Jepang, Meksiko, dan Belanda menyarankan tiga hari. Swedia-Norwegia sekitar seminggu. Jerman hingga 10 hari.

  • Malaysia meningkatkan pemantauan risiko geopolitik dan keamanan siber serta koordinasi antarlembaga, namun meminta warga tidak panik.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, FORTUNE — Sedikitnya 33 negara telah mengeluarkan pernyataa siaga kondisi darurat. Terbaru, Malaysia turut meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman keamanan global.

Pemerintah di negara-negara tersebut meminta warganya menyimpan persediaan makanan, air minum, obat-obatan, dan kebutuhan penting lainnya di rumah. Imbauan ditujuan untuk menghadapi kemungkinan gangguan yang bisa menyebabkan krisis. Mulai dari konflik bersenjata, cuaca ekstrem, serangan siber, hingga pemadaman listrik.

  1. Daftar 33 negara yang menyatakan siaga kondisi darurat

    Newsweek menghimpun 33 negara telah memberikan panduan siaga kondisi darurat kepada warganya. Negara-negara tersebut tersebar di enam kawasan, dengan rincian sebagai berikut:

    1. Amerika Serikat
    2. Kanada
    3. Meksiko
    4. Cile
    5. Kolombia
    6. Argentina
    7. Brasil
    8. Inggris
    9. Irlandia
    10. Prancis
    11. Jerman
    12. Belanda
    13. Denmark
    14. Norwegia
    15. Swedia
    16. Finlandia
    17. Estonia
    18. Latvia
    19. Lituania
    20. Polandia
    21. Republik Ceko
    22. Austria
    23. Swiss
    24. Kroasia
    25. Afrika Selatan
    26. Australia
    27. Selandia Baru
    28. Jepang
    29. Taiwan
    30. Israel
    31. India
    32. Filipina
    33. Singapura.

    Panduan tersebut tidak menetapkan jenis ancaman yang sama. Sebagian negara menyusun imbauan untuk menghadapi keadaan darurat secara umum, sementara negara lain memberikan arahan berdasarkan risiko tertentu, seperti bencana alam.

  2. Durasi persediaan berbeda di setiap negara

    Jangka waktu persediaan yang dianjurkan juga variatif. Prancis dan Inggris meminta masyarakat menyiapkan kebutuhan untuk sedikitnya 72 jam atau tiga hari. Imbauan serupa berlaku di Kanada, Jepang, Meksiko, dan Belanda.

    Sejumlah negara Eropa menetapkan durasi lebih panjang. Misalnya, Swedia dan Norwegia menyarankan persediaan untuk sekitar satu minggu. Jerman mengimbau masyarakat menyiapkan stok kebutuhan pokok untuk 10 hari.

    Di Inggris, pemerintah meluncurkan kampanye Be Ready pada 22 Oktober 2026. Masyarakat diminta menyetok kebutuhan selama tiga hari mencakup air minum, makanan tahan lama, obat-obatan, senter, baterai, dan radio portabel. Warga Inggris juga dianjurkan menyimpan uang tunai serta dokumen penting.

    Sementara itu, pemerintah Amerika Serikat melalui situs Ready.gov menyarankan masyarakat menyetok makanan, air, dan perlengkapan lain selama beberapa hari. India juga menganjurkan rumah tangga menyiapkan perlengkapan darurat, meski tidak menetapkan durasi tertentu.

  3. Malaysia tingkatkan kewaspadaan

    Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim menyatakan pemerintah memantau perkembangan risiko geopolitik dan keamanan siber.

    Pada Selasa (3/11), ia menyampaikan Sekretaris Utama Pemerintah dan Gubernur Bank Sentral akan mengadakan pertemuan terpisah dengan sejumlah departemen serta lembaga keuangan. Tujuannya uuntuk menilai risiko yang mungkin dihadapi negara tersebut.

    Anwar juga menyebut Dewan Keamanan Nasional telah menggelar pertemuan pada Senin (2/11). Pertemuan itu membahas mekanisme koordinasi antara kementerian, lembaga pemerintah, dan aparat keamanan untuk menghadapi berbagai kemungkinan ancaman.

    Ia menyoroti ketegangan di Timur Tengah, situasi di Yaman dan Laut Merah, serta ancaman keamanan di Eropa. Menurutnya, perkembangan tersebut perlu menjadi perhatian karena dampaknya dapat meluas ke negara lain.

    Meski meningkatkan kewaspadaan, pemerintah Malaysia meminta masyarakat tidak panik. Pemerintah menyampaikan perkembangan ancaman secara terbuka agar masyarakat memperoleh informasi dan tidak diliputi kecemasan akibat kabar yang beredar.

  4. Malaysia klaim stok pangan cukup untuk enam bulan

    Wakil Perdana Menteri Ahmad Zahid Hamidi menyatakan Malaysia memiliki persediaan pangan yang cukup setidaknya untuk enam bulan. Karena itu, ia meminta masyarakat tidak perlu terburu-buru membeli dan menimbun kebutuhan pokok.

    "Kami tidak melihat perlunya langkah seperti itu karena ketahanan pangan dan tingkat persediaan kami mencukupi. Kami tahu bahwa kami memiliki kapasitas untuk menjaga ketahanan pangan setidaknya selama enam bulan," ujar Zahid, dikutip Kamis (5/11).

    Pernyataan itu disampaikan setelah muncul laporan mengenai sejumlah negara yang meminta warganya menyiapkan persediaan darurat. Zahid menegaskan Malaysia tidak sedang berada dalam kondisi darurat yang mengharuskan rumah tangga menimbun kebutuhan pokok.

    FAQ seputar negara imbau warga simpan stok darurat

    Berapa negara yang mengimbau warganya menyiapkan persediaan darurat?

    Sebanyak 33 negara telah mengeluarkan panduan kesiapsiagaan darurat bagi masyarakat.

    Berapa lama persediaan darurat yang dianjurkan Jerman?

    Jerman merekomendasikan persediaan kebutuhan pokok untuk hingga 10 hari.

    Apakah Malaysia termasuk dalam daftar 33 negara tersebut?

    Malaysia tidak tercantum dalam daftar 33 negara yang dihimpun Newsweek.

Related Articles

See More